Random Post

Trending Topik

Popular Post

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Recent Post

CONTENT BLOGGER HERE
CONTENT TWITTER HERE
CONTENT FACEBOOK HERE

Comments

Blog Berkah. Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
CURRICULUM VITAE

CURRICULUM VITAE


CURRICULUM VITAE

1.    Nama Lengkap dan Gelar        : .................................................................
2.    NIP/NIK/NIS                         : .................................................................
3.    Tempat dan Tanggal Lahir      : .................................................................
4.    Jenis Kelamin                        : .................................................. ……………
5.    Pangkat, Golongan                : ................................................................
6.    Jabatan                                : .................................................. …………..
7.    Alamat kantor                       : ................................................................
:  ..............................................................
Nomor telepon/Fax                : ...............................................................
Alamat Email                         : ...............................................................
8.    Alamat rumah                        : ...............................................................
  ……………………………………………………………..
Nomor telepon/HP                 : ................................................................
9.    Riwayat Pendidikan               
    1) S.1, Jurusan ………………………, Fakultas ……………., ……….., lulus …….
    2) S.2, Jurusan ………………………, Fakultas ……………., ……….., lulus …….
    3) S.3, Jurusan ………………………, Fakultas ……………., ……….., lulus …….
10.Kegiatan Profesional:
1) ………………………………………………………………………………………………………..
2) ………………………………………………………………………………………………………..
3) ………………………………………………………………………………………………………..
11.Kegiatan Akademik
1) ...........................................................................................................
2) ...........................................................................................................
3) ..........................................................................................................
Bandung, 6 Nopember 2006


...............................................
NIP./NIK. .............................
Present Perfect Tense

Present Perfect Tense

bentuk Present Perfect tense dalam tenses bahasa inggris digunakan untuk suatu tindakan sederhana yang masih berlangsung atau yang baru sajar berhenti, tetapi memiliki pengaruh hingga masa kini. Menempatkan penekanan pada hasil.

Penggunaan :
1. tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak pasti sebelum saat ini
2. tindakan di masa lalu dan memiliki pengaruh di masa sekarang
3. tindakan yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut di masa sekarang

Rumus :
Positif (+)
Subject + has / have + been + object
Subject + has / have + verb III + object
Negatif (-)
Subject + has / have + not + been + object
Subject +has / have + not + verb III + object
Tanya (?)
Have / has + Subject + verb III + object
Have / has + subject + been + object

Contoh :
I have been at home for a month (+)
Mr. Handoko has not eaten the sate already (-)
Has Mr. Imam been here since 06.00 ? (?)

Untuk membentuk kalimat Present Perfect (simple) tense kita perlu mengetahui tentang :
1. kata kerja (verb) “have” ( kata kerja bantu / auxiiliary verb)
- Bentuk tunggal,
I have
You have
He / she / it has
- Bentuk jamak,
We have
You have
They have
2. past participle (been / verb III)
Contoh :
Talk = talked (regular)
Go = gone (irregular)
Present Perfect Continuous Tense

Present Perfect Continuous Tense

Present Perfect Continuous mengungkapkan tindakan yang telah dimulai di masa lalu dan sekarang masih berlanjut. Tenses bahasa inggris ini juga digunakan untuk menceritakan kejadian yang dimulai dimasa lalu dan baru saja selesai.

Penggunaan

1. tindakan yang telah dimulai dimasa lalu dan masih berlanjut sekarang
2. tindakan yang baru saja berhenti

Rumus :
Positif (+)
Subject + has / have + been + verb-ing
Negatif (-)
Subject + has / have + not + been + verb-ing
Tanya (?)
Has/have + subject + been + verb-ing ?

Contoh :
I have been watching TV for two hours (+)
He has been playing football since elementary school (+)
Marina has not been learning english for two years (-)
Have you been reading a book for an hour ? (?)

Keterangan waktu (adverb of time) yang digunakan,
“for” dan “since” merupakan keterangan waktu yang sangat umum digunakan dalam Present Perfect Continuous tense

Berikut latihan Present Perfect Continuous tense bahasa inggris. Jika mengalami kesulitan dalam arti kata gunakan kamus bahasa inggris online :

Latihan I : terjemahkan kalimat ini kedalam bahasa inggris
1.Hari sudah hujan selama dua jam
2.Berapa lama kamu sudah belajar bahasa inggris ?
3.Saya sudah menonton acara TV tersebut sejak dua jam
4.Dia (pr) sudah bermain tenis sejak dia berumur 8 tahun
5.Berapa lama kamu suah merokok ?
6.Mereka sudah bermain PS selama tiga jam
Present Continuous Tense

Present Continuous Tense

Present Continuous tense dalam tenses bahasa inggris digunakan untuk tindakan yang sedang berlangsung sekarang, kejadian di waktu sedang berbicara dan tindakan yang berlangsung hanya untuk jangka waktu yang singkat. Present Continuous tense disebut juga dengan Present Progressive Tense

Penggunaan :
1. kejadian sekarang atau kegiatan sementara
contoh : Mr. Teguh si writing a new book
Mr. Teguh sedang menulis buku baru
2. Rencana di masa depan yang sudah pasti waktunya (pribadi)
I am going to Surabaya at 07.30 tomorrow
Saya akan pergi ke Surabaya jam 7.30 besok
3. kejadian terkait atas sesuatu atau seseorang disekitar waktu sekarang atau sedang berbicara
contoh : it is raining day
hari ini sedang hujan

Rumus Present Continuous Tense :
Positif (+):
subject + to be (am, is, are) + Verb – ing + object
Negatif (-) :
subject + to be + not + verb – ing + object
Tanya (?) :
to be + subject + verb – ing + object

Contoh Present Continuous Tense :
I am watching TV now (+)
Mr. Khanafi is not going to Jakarta (-)
Is Mrs. Annisa cooking in the kitchen ? (?)

Present Continuous tense membutuhkan :
- kata kerja “to be”
Tunggal,
I am (orang pertama)
You are (orang kedua)
He / she / it is (orang ketiga)
Jamak,
We are (orang pertama)
You are (orang kedua)
They are (orang ketiga)

- bentuk kata kerja “-ing”
Contoh :
Go + ing = going

- Keterangan waktu (adverb of time) yang sering digunakan dalam Present Continuous tense :
“NOW, RIGHT NOW, TOMORROW,etc”

Berikut latihan Present Continuous tense bahasa inggris. Jika mengalami kesulitan dalam arti kata gunakan kamus bahasa inggris online :

Latihan : terjemahkan kalimat ini kedalam bahasa inggris

1.Jack sedang tidur sekarang
2.Mary sedang mengerjakan tugas itu
3.Kami sedang menonton sebuah film di televisi
4.Mereka sedang bermain bola di halaman sekarang
5.Guru itu sedang menerangkan pelajaran itu.
6.Perusahaan itu sedang tumbuh dengan pesat sekarang.
7.Harga saham di bursa Efek Jakarta sedang naik sekarang
8.Pak Adi sedang mengajar bahasa Inggris di kampus sekarang
9.Polisi tersebut sedang mencari Ali sekarang.
10.Ana, Ani, dan Tom sedang berdiskusi sekarang.
Belajar Tenses : The Simple Present Tense

Belajar Tenses : The Simple Present Tense


Materi pertama belajar grammar tenses bahasa inggris yaitu The Simple Present Tense. The Simple Present Tense adalah tenses yang puaaaling banyak digunakan, dan karena paling banyak maka pembahasannya juga akan lebih panjang.

Arti simple yaitu sederhana, sedangkan present adalah sekarang. Jadi bisa dikatakan bahwa Simple Present adalah tenses (pola kalimat) yang digunakan untuk menceritakan waktu sekarang dalam bentuk sederhana. Nama lain daripada Present adalah BENTUK 1.

Jadi kapanpun Anda melihat kata present dalam tenses apapun, bisa dipastikan bahwa dia menggunakan bentuk 1 – bentuk apa? ya bentuk verb, karena semua predicate itu wajib verb bukan, coba lihat posting awal grammar basic ini. Coba liat contoh-contoh kalimat dengan Simple Present dibawah ini
TOBE

I am a teacher
You are a teacher
We are teachers
They are teachers

He is a teacher
She is a teacher
It is my cat

Kalau Anda mengamati, maka kalimat diatas semuanya mengggunakan PREDICATE-1 atau predikat dalam bentuk 1, lihat saja tobe nya tidak lepas dari AM – IS – ARE. Contoh diatas adalah The simple present tense dalam bentuk nominal, karena semua kalimatnya menggunakan tobe-1

Apakah ada bentuk lainnya? Ada, yaitu The Simple Present Tense dalam bentuk VERBAL. Yaitu yang tidak memiliki tobe tapi memiliki verb. Nanti akan di terangkan. Untuk saat ini cukup kita simpulkan bahwa ada 2 (dua) jenis Simple Present yaitu

1. Nominal Simple Present
2. Verbal Simple Present

Untuk mengubah kalimat NOMINAL SIMPLE PRESENT kedalam bentuk negative (menyangkal) ataupun interrogative (bertanya) sangatlah mudah, amati

(+) You are a teacher
(- ) You are NOT a teacher
(? ) Are you a teacher?

Okey, silahkan Anda pahami dan tugas Anda sekarang adalah buatlah minimal 10 kalimat dengan menggunakan Nominal Simple Present ini.

Sekarang kita lanjutkan pada pola kalimat VERBAL SIMPLE PRESENT – yaitu simple present yang tidak menggunakan tobe, tetapi VERB1 sebagai predicate1 nya.. Amati contoh berikut
Subjective
Pronouns Example
I I work
You You work
We We work
They They work

He He works
She She works
It It works

Lihat, untuk awalan HE, SHE, IT .. verb nya menggunakan _s. Amati kembali contoh berikut

He runs every morning
She teaches English
John has an English books

Untuk kata kerja yang berakhiran bunyi DESIS (hissing sounds – x, ch, s, sh), kita menggunakan akhira _es. sehingga menjadi : teaches, mixes, washes, kisses .. dsb.

Exercise 1 :

read – John reads in the morning

1. read
2. sing
3. study
4. work
5. arrive
6. leave
7. practice
8. write
9. watch
10. finish
11. mix
12. pass
13. go
14. have
15. pray

Answer keys :

3. John studies
9. John watches
10 John finishes
11. John mixes
12. John passes
13. John goes
14. John have(s) -> John has
15. John prays

Amati kembali contoh kalimat ini :

3. (study) -> John studies
15. (pray) ->John prays

Untuk verb study – sebelum huruf Y adalah huruf konsonan D, itulah sebabnya menjadi STUDIES

Untuk verb pray – sebelum huruf Y adalah huruf vokal A, itulah sebabnya tetap PRAYS

Exercise 2 : Yang mana HAVE dan HAS

We -> We HAVE coffee in the morning
He -> He HAS coffee in the morning

1. he
2 John and Mary
3. they
4. Mr. Allen
5. she
6. Mary
7. the students
8. my brothers
9. my brother
10. You and I
11. he and she
12. Mary’s sister
13. Mary’s sisters
14. the teacher
15. people

Dalam belajar Grammar tidak boleh terputus. Tentunya Anda sudah tahu bahwa ada 3 kelompok Tenses yaitu Present Tense, Past Tense dan Future Tense setiap kelompok masing-masing memiliki 4 tenses. Dimana untuk setiap tenses nya ada yang memiliki tipe Verbal dan Nominal.

Sampai sini berhenti dulu ..jangan lanjut baca kecuali Anda yakin paham, hehe. Okey lanjut lagi, untuk Simple Present memiliki tipe Nominal atau yang predicate nya Tobe1 serta Verbal yang predicatenya Verb1. Masih paham dong, okey kita lanjut lagi. Untuk Nominal Simple Present, Anda sudah sangat memahami bagaimana menggunakan Tobe untuk setiap subjective pronounsnya, sedangkan untuk Verbal Simple Present – semua yang diawali dengan He, She, It maka verb nya mendapatkan tambahan +S sbb.

I write
You write
We write
They write

He writes
She writes
It writes

Begitupun pada kata kerja HAVE seperti He Have(s) mendapatkan tambahan (s) – sehingga kalimat tersebut menjadi HE HAS.
Perubahan Kalimat Negative dan Interrogative 
I
You DON’T (do not) GO
We
They

contoh : I don’t go, You don’t go, We don’t go, They don’t go. Selanjutnya amati sbb.
He
She DOESN’T (does not) GO
It

Amati, pada kalimat negative/interrogative yang berawalan He, She, It kata kerja nya (verb) nya kembali normal TIDAK MENGGUNAKAN +S lagi karena sudah ada DOES.

(+) You write
(-) You DON’T write
(?) DO you write?

(+) He writes
(-) He DOESN’T write
(?) Does he write?

Amati contoh lain

(+) You have a book
(-) You DON’T have a book
(?) DO you have a book?

(+) He has a book
(-) He DOESN’T have a book
(?) DOES he have a book?

Exercise 1 : Ubahlah kedalam kalimat (-) dan (?)

1. You have a car
2. My sister has a car
3. My sisters have a car
4. You and I learn English
5. John and Bill sing
6. The cat drinks
7. Joe has breakfast
8. Our brother teaches
9. Our brothers work
10. John’s sisters have a car

Answer Key : (jangan diliat dulu kunci jawaban ini)

My sister has a car
My sister doesn’t have a car
does my sister have a car?

My sisters have a car
My sisters don’t have a car
do my sisters have a car?

The cat drinks
The cat doesn’t drink
does the cat drink?

Joe has breakfast
Joe doesn’t have breakfast
does Joe have breakfast?

Our brother teaches
Our brother doesn’t teach
does our brother teach?

John’s sisters have a car
John’s sisters don’t have a car
do John’s sisters have a car?

Amati benar-benar, dan pastikan bahwa Anda memahami dan mampu mengatasi latihan Grammar ini dengan mudah. Yah begitulah resiko belajar Grammar, sing sabar …

Kali ini kita masuk pada fungsi atau penggunaan Tenses The Simple Present Tense sbb.

1. Menyatakan Fakta (expressing facts)

Mudahnya begini saja, coba sekarang Anda buat sedikit tulisan tentang Danau Toba, dimana Anda paparkan Danau Toba itu bagaimana dsb. Tulisan Anda disitu hampir 100% menggunakan tenses ini. Karena Anda memaparkan suatu fakta. Nah dibawah ini ada tulisan singkat

Belajaringgris.net adalah sebuah kursus bahasa Inggris online dengan sistim Full Conversation Tanpa Grammar. Ada 2 (dua) jenis website utama yaitu www.pakarbahasainggris.com dimana semua materi diberikan secara gratis, ada juga yang berbayar yaitu www.belajaringgris.net.

Nah kalau Anda amati tulisan diatas, semuanya menggunakan tenses Simple Present karena hanya menceritakan fakta yang tidak akan berubah dari masa lalu, ke masa sekarang, sampai masa yang akan datang. Tapi kalau artikel diatas saya lanjutkan seperti ini

Belajaringgris.net dalam waktu dekat akan meluncurkan kursus berbayar untuk Level II dimana yang dibentuk adalah kemampuan productive. Minggu lalu salah seorang peserta kursus berbayar dari Saudi Arab.

Lihat kata akan disini bukan lagi wilayah Simple Present karena membicarakan masa yang akan datang.Begitu pula pada bagian kalimat minggu lalu

2. Menyatakan kebiasaan (expressing habits)

Untuk yang ini Anda pasti akrab juga karena di sekolah sejak SMP sampai SMA fungsi Simple Present tidak lepas dari expressing habits, contoh mudah amati artikel ini

Banyak orang berkunjung setiap hari nya di kursus bahasa inggris belajaringgris.net Jika saya amati, mereka selalu membaca artikel ‘kamus bahasa inggris untuk hp’ sebelum membaca artikel lainnya. Itulah sebabnya saya selalu mengupdate materi belajaringgris.net setiap harinya. Dismping kategori utama yaitu MATERI KURSUS saya juga selalu mengupdate kategori GRAMMAR, dan kadang-kadang saya menulis di kategori ARTIKEL

Artikel singkat diatas menggunakan Simple Present, karena menyatakan kebiasaan. Karena itu biasanya menggunakan yang disebut dengan Adverbs of Frequency sbb.

Adverbs of Frequency
always selalu
usually biasanya
often seringkali
sometimes kadang2
seldom jarang
never tidak pernah
ever pernah

Apakah pasti? …Anda ingat baik-baik “Bicara BAHASA TIDAK ADA YANG PASTI”. Karena itu enjoy aja lah

3. Menyatakan masa yang akan datang

Lho?? ..emang iya, itulah sebabnya sudah saya katakan sejak dini bahwa Anda tidak perlu tegang dalam belajar bahasa inggris, karena memang tidak ada yang pasti. Amati dialog ini
Romli besok kita ke pantai yuk mpok
Juleha jam berapa bang?
Romli jam 7:00 pagi aje
Juleha waduh, besok aye pergi ke sekolah

Nah liat kalimat yang bercetak miring? kalimat itu menggunakan Simple Present Tense walaupun ada kata BESOK. Simple Present boleh digunakan untukmenceritakan peristiwa yang akan terjadi dengan syarat bahwa ‘peristiwa itu terjadi secara rutin’ dalam kasus Juleha contohnya, dia memang ke sekolah tiap jam 7:00 pagi, dari awal Februari, Maret sampai minggu kemaren, sampai hari Kamis kemarin juga jam 7:00 makanya boleh saja dia mengatakan BESOK ..tetap menggunakan Simple Present

4. Menyatakan masa lalu

Haduh?…inilah fakta bahwa Bahasa Inggris itu memang seenak wudel nya. Simple Present bisa digunakan untuk menceritakan masa yang akan datang, eh ..ga taunya juga bisa dipake untuk menceritakan masa lalu. Terus buat apa rumus? …ya ga tau?? ..siapa yang doyan rumus-rumusan?? yeee …
Juleha bang, aye semalem kaga bisa tidur?
Romli kenape mpok?
Juleha aye lihat pocong tapi aneh banget
Romli aneh kenape mpok?
Juleha tuh pocong sih laki2, tapi pake gincu!!

Pada dialog diatas Juleha boleh saja menggunakan Simple Present. Tenses ini boleh digunakan untuk menceritakan peristiwa yang sudah berlalu dengan syarat untuk men DRAMATISIR

5. Menceritakan sesuatu yang sedang terjadi

Aduh?? aya-aya wae. Makanya dari awal sudah saya tekankan, buang jauh-jauh mitos yang membelenggu diri kita bahwa untuk menguasai Bahasa Inggris harus kuasai Grammar dulu. Walah, sampe botak ga bakal kelar yang namanya Grammar. Coba lihat neh seorang komentator tengah menceritakan peristiwa yang sedang terjadi

Zidane menggiring bola, bola lalu dioper kepada Zico. Zico menendang nya kembali kepada Zidane, sekarang zidane menendangnya kembali ke Zico, ga kelar-kelar neh penonton, paye ..

Nah komentator tersebut menggunakan Simple Present, karena peristiwanya berlangsung sangat cepat dan singkat.

Kalau sudah begini untuk apa lagi Anda merasa TAKUT SALAH saat berbicara, atau saat menulis. Hajar aja dulu, karena tujuan yang paling penting di awal perjalanan bukanlah kesempurnaan grammar, mana ada grammar yang sempurna? orang bule aja ga karuan grammar nya. Yang paling penting adalah MEMBENTUK SKILL berbahasa yaitu Listening, Speaking, Reading serta Writing.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SD

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SD

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SD


MATAKULIAH
PEMB. BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD



DI SUSUN OLEH


KRISITARSIA
1001
PAULINA SUANDANG
10010
LILI SUSANTI
10010





SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP PERSADA KHATULISTIWA
TAHUN AJARAN 2011/2012


KATA PENGANTAR


Berbicara mengenai pendidikan di indonesia, tentu saja tidak lepas dari para dari berbagai pihak, baik itu pemerintah, swasta dan masyarakat dalam menciptakan suatu arah pendidikan di indonesia sesuai dengan harapan UUD 45 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memperhatikan berbagai macam aspek yang secara khusus dalam pembelajaran bahasa indonesia adalah mendengar, berbicara, membaca dan menulis.
Melihat apa yang hendak dicapai oleh bangsa dan negara ini, maka pentingnya intervensi dari pemerintah agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai sesuai dengan arah pancasila. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra indonesia, ingin mengajak agar dalam proses belajar mengajar khususnya di SD dapat tercapai maka di perlukan suatu model agar tercapainya harapan dan keinginan suatu pendidikan.
Dengan memperhatikan hal tersebut, maka disusunlah suatu makalah yang secara khusus akan mendeskripsikan bagaimana suatu model pembalajaran akan di implementasikan di sekolah dasar khususnya pada mata pelajaran bahasa dan sastra indonesia sebagai sesuatu yang komperhensif pada kegiatan belajar mengajar pada siswa.
Akhirnya tim penulis menyampaikan terima kasih yang seikhlas-ikhlasnya kepada rekan-rekan yang telah memberikan saran dan petunjuk baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam rangka penyusunan makalah ini.




DAFTAR ISI




BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Zaman sekarang, pendidikan merupakan batu pijakan untuk mencapai suatu negara dan bangsa yang berkualitas baik itu di lihat dari aspek psikomotorik, afektif serta kognitif yang dimiliki oleh individu dalam suatu kelompok atau masyarakat. Sehingga diperlukan suatu pendidikan yang mengairahkan dan menarik perhatian suatu individu agar dapat mengembangkan ketiga aspek tersebut agar tercapainya kualitas dari suatu bangsa dan negara.

Di Indonesia sendiri, pendidikan mengalami berbagai macam perubahan yang dapat dilihat dari kurikulum yang argumentasinya lebih kepada kurikulum tersebut perlu diganti karena tidak sesuai dengan zaman atau era yang sedang terjadi sehingga diperlukan suatu pembaharuan. Selain itu, Pendidikan di era-modern di tuntut dengan suatu hal yang baru, hal ini di karenakan dalam pengajaran suatu pembelajaran di suatu sekolah secara khusus berbeda-beda tergantung dari materi, media dan metode yang digunakan. Pengajaran yang konvensional saat ini membuat siswa merasa jenuh akan proses pembelajaran sehingga diperlukan suatu pembelajaran yang menarik perhatian siswa khususnya pada pendidikan sekolah dasar.
Melihat kondisi tersebut khususnya pendidikan di indonesia yang mengalami perubahan serta untuk dapat menarik perhatian siswa khususnya pada mata pelajaran bahasa indonesia maka diperlukan suatu model yang pas atau sesuai dengan materi atau topik yang sedang di bahas agar dapat menjadi suatu konsen bagi siswa di sekolah dasar. Tentu saja peran penting sebagai ujung tombak yang mengarahkan siswa untuk dapat mencapai pendidikan adalah guru. Guru diharapkan atau diwajibkan untuk bisa menggunakan model pembelajaran dalam berbahasa indonesia dan sastra di sekolah dasar.
Melihat hal ini, maka kami tertarik untuk menyusun makalah dengan memperhatikan permasalahan tersebut maka judulnya makalah ini adalah “ Model-Model Pembelajaran Bahasa dan Satra Indonesia di Sekolah Dasar”. Dalam makalah ini, kami akan mendsekripsikan serta memperhatikan model yang bagaimana implementasikan di sekolah dasar yang haru di kuasai oleh guru atau calon-calon perubahan agar dapat menjadi bekal bagi mereka kedepannya.


B. Masalah dan Sub Masalah
Dengan memperhatiakan latarbelakang tersebut, maka dirumuskanlah masalah makalah ini, yaitu: Bagaimana Model-model pembelajaran bahasa dan satra Indonesia di Sekolah Dasar ?
Berdasarkan masalah-masalah tersebut maka di susunlah sub-sub masalah sebagai berikut:
1. Apa yang di maksud dengan model ?
2. Apa saja model-model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia di SD ?
3. Bagaimana aplikasi model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia dengan materi di SD ?


C. Tujuan Penulisan
Secara umum makalah ini adalah mendeskripsikan Model-model pembelajaran bahasa dan satra Indonesia di Sekolah Dasar. Adapun secara khususnya adalah sebagai berikut:
1. Mendsekripsikan model.
2. Mendeskripsikan model-model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia di SD.
3. Mendeskripsikan aplikasi model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia dengan materi di SD.


D. Manfaat Penulisan
Penulis berharap secara teoritis, makalah ini dapat menambah wawasan keilmuan sesuai dengan disiplin ilmu (pendidik) khususnya berkaitan dengan dunia pendidikan terutama pada model-model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia di SD.
Praktisnya, bagi penulis makalah ini bermanfaat sebagai ajang untuk melatih daya nalar dan mengasah intelektualitas. Makalah ini sebagai bukti dari tugas matakuliah Pembelajaran bahasa dan sastra indonesia di SD. Selanjutnya, hasil makalah ini diharapkan nantinya dapat mendorong adanya suatu kajian-kajian lain yang sejenis dan lebih kreatif serta mampu mengembangkan model-model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia.


E. Sistematika Penulisan
Model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia memuat beberapa hal dengan materi pada matapelajaran di sekolah dasar. Model ini juga menyangkut apa dan bagaimana mengembangkan model tersebut. Sistematikan model-model pembelajaran bahasa dan sastra indonesia di SD adalah sebagai berikut:
Bab I, Merupakan pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang, masalah dan sub masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan serta sistematika penulisan.
Bab II, Berisikan penjelasan mengenai definisi model, apa saja model dalam pembelajaran bahasa dan sastra indonesia dan bagaimana aplikasinya pada materi dalam matapelajaran bahasa indonesia di SD.
Bab III, Berisikan mengenai kesimpulan dari materi yang dibahas serta saran-saran kedepannya.




BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Model Pembelajaran
Pemahaman model dapat dipahami dengan berbagai macam pengertian yang bermacam-macam. Secara etimologi, model berasal dari bahasa italia yakni modello yang dapat diartikan dari berbagai dimensi, jika dari kata benda maka model diartikan sebagai jenis atau contoh, sedangkan dari kata sifat dapat dipahami sebagai teladang atau di ambil sebagai contoh dan yang terakhir dari kata kerja dipahami sebagai membuat dengan contoh. Dengan kata lain, model secara etimologi yakni sesuatu contoh. Dalam kamus besar bahasa indoneis (KBBI), model didefinisikan sebagai pola dari sesuatu yang dibuat atau yang dihasilkan atau barang tiruan. Maka dapat diambil kesimpulan, jika model dapat dipahami sebagai suatu jenis contoh dari suatu pola ( contoh, acuan, ragam dsb) yang dibuat untuk menghasilkan sesuatu.
Sedangkan Pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk memungkinkan terjadinya proses belajar yang dirancang, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut secara aktif, efektif dan inovatif.
Pada model pembelajaran menurut Zaini, model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Pedoman itu memuat tangguangjawab guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Salah satu tujuan dari penggunaan model pembelajaran adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa selama belajar.
Menurut Sukmasari Model pembelajaran adalah suatu rencana mengajar yang melibatkan pola pembelajaran tertentu. Dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru, siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyababkan terjadinya belajar pada siswa.
Dari berbagai macam pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan model pembelajaran adalah suatu pola yang dijadikan pedoman dalam startegi mengajar untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.


B. Model-Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SD
1. Model Pembelajaran Kooperatif
a. Pembelajaran Kooperatif
Salah satu model pembelajaran yang sekarang banyak dikembangkan di beberapa sekolah, khususnya pada jenjang sekolah dasar adalah model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Pembelajaran ini menekankan pada adanya aspek kooperatif atau kerja sama antara satu siswa dengan siswa lain. Kerja sama yang dibangun dalam model pembelajaran kooperatif adalah kerjasama yang tersetruktur dan terencana dengan baik.
b. Teknik Pembelajaran Kooperatif Berdasarkan Komponen dan Penerapannya
1. STAD (Student Teams Achievement Division), digunakan untuk mengajarkan secara verbal dan tertulis yang langkah-langkahnya sebagai berikut:
§ Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok.
§ Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar anggota tim.
§ Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi yang telah diberikan.
§ Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.
2. Jigsaw, digunakan untuk bertanya atau berpendapat (Aspek Berbicara) pertama kali dikembangkan oleh Aronsos dkk adapun langkah-langkah pengembangannya sebagai berikut:
§ Kelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen
§ Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari.
§ Setiap kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebut kelompok pakar.
§ Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar.
§ Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah di pelajari.
§ Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru.
3. NHT (Number Heads Together), Pada umumnya NHT digunakan untuk melibatkan siswa dalam penguatan pemahaman pembelajatan atau mengecek pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Implementasi di kelas pada NHT adalah sebagai berikut:
§ Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang akan di capai.
§ Guru memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal
§ Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa, setiap kelompok diberi nama atau nomor
§ Guru mengajukan permasalahan untuk dipecahkan bersama dalam kelompok
§ Guru mengecek pemahaman siswa dengan menyebut salah satu kelompok untuk menjawab
§ Guru memfasilitasi, mengarahkan dan memberikan penegasan akhir pembelajaran
§ Guru memberikan tes individu
2. Model Pembelajaran Kontekstual
a. Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
b. Komponen Model Pembelajaran Kontekstual
1. Konstrukvisme
§ Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasarkan pada pengetahuan awal.
§ Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan
2. Inquiry
§ Siswa belajar berpikir kritis
§ Proses pemindahan dari pengamatan menjadi pemahaman
3. Questioning (Bertanya)
§ Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa.
§ Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry
4. Learning Community (Masyarakat Belajar)
§ Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar.
§ Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri.
§ Tukar pengalaman.
§ Berbagi ide
5. Modeling (Pemodelan)
Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar.
6. Reflection ( Refleksi)
Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok
c. Aplikasi di kelas dalam model pembelajaran kontekstual
1. Memilih tema
2. Menentukan konsep-konsep yang dipelajari
3. Menentukan kegiatan –kegiatan untuk investigasi konsep-konsep terdaftar
4. Menentukan mata pelajaran terkait(dalam bentuk diagram)
5. Mereviu kegiatan-kegiatan & mata pelajaran yang terkait
6. Menentukan urutan kegiatan
7. Menyiapkan tindak lanjut
3. Model Pembelajaran Kuantum
a. Pembelajaran Kuantum
Proses pembelajaran quantum teaching intinya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif tidak membosankan. Kalau semua itu tidak tercapai, guru harus ganti strategi dengan menggunakan multi media, sehingga membuat pembelajaran lebih efektif, proses belajar saat ini boleh dikatakan aktif, partisipatif, konstruktif, komunikatif dan berorientasi pada tujuan.
b. Komponen Model Pembelajaran Kuantum (Bermakna)
Pembelajaran quantum merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neorologi yang jauh sebelumnya sudah ada dikaitkan dengan penemuan empiris sehingga terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan yang pada dasarnya anak itu mempunyai kecerdasan ganda.
4. Model Pembelajaran Tematik
a. Pembelajaran Tematik
Menurut Siskandar, bagi guru SD kelas rendah (kelas I, II, dan III) yang peserta didiknya masih berperilaku dan berpikir konkret, pembelajaran sebaiknya dirancang secara terpadu dengan menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran. Dengan cara ini maka pembelajaran untuk siswa kelas I, II, dan III menjadi lebih bermakna, lebih utuh dan sangat kontekstualdengan dunia anak-anak.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran berdasarkan tema untuk mempelajari suatu materi guna mencapai kompetensi/keahlian tertentu - Tema adalah suatu bidang yang luas, yang menjadi fokus pembahasan dalam pembelajaran - Topik adalah bagian dari tema / sub tema.




b. Komponen Pembelajaran Tematik
1. Jaring Laba-Laba
Adalah beberapa mata pelajaran yang dikaitkan dalam satu tema dan setiao mata pelajaran diajarkan seperti biasa menggunakan jadwal pelajaran. Penilain setiap mata pelajaran masih dilakukan seperti biasa sesuai dengan karakteristik dari setiap mata pelajaran. Satu tema dapat dilakuan selama 2 minggu tergantung dari materi yang dikaitkan. Contohnya mata pelajaran IPS, MAT, BI dengan Tema Zat Cair.
2. Terpadu
Adalah pembelajaran dari satu tema dengan tema lain.
3. Keterhubungan
Adalah pembelajaran dalam satu mata pelajaran yang menggunakan tema untuk mengkaitkan sub bab/bab yang satu dengan lainnya.
c. Contoh Materi Model Tematik
Tema dengan materi pada BI, IPS dan IPA




Beberapa benda larut









Zat cair dapat dituang dari suatu wadah ke wadah yang lain






ZAT CAIR





Zat cair dapat digunakan untuk apa saja




Beberapa zat cair lebih kental dari pada yang lain




Zat cair membentuk suatu wadah




Zat Cair dikelompokan menurut ciri-ciri


5.


5. Model Pembelajaran PAIKEM
a. Pembelajaran PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
b. Aplikasi PAIKEM pada siswa SD
1. Standar Kompetensi
· Memahami bunyi bahasa, perintah, dan dongeng yang dilisankan
· Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, pengenalan benda, fungsi anggota tubuh dan deklamasi
· Memahami teks pendek dengan membaca nyaring
· Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi dan menyalin
2. Kompetensi Dasar
· Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana
· Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita
· Memperkenalkan diri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun
· Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
· Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan tulis dengan benar
3. Indikator
· Melaksanakan sesuai sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana
· Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita tentang keluarga
· Memperkenalkan diri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun
· Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
· Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan tulis dengan benar
4. Tujuan
· Siswa dapat Melaksanakan sesuai sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana
· Siswa dapat Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita tentang keluarga
· Siswa dapat Memperkenalkan diri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun
· Siswa dapat Membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat
· Siswa dapat Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku atau papan tulis dengan benar
5. Penerapan
· Meminta semua siswa mengamati gambar Keluarga Adi Yang terdiri dari ayah, ibu, asih dan adi. Guru menceritakan makna gambar, dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang nama masing-masing siswa,
· Guru membacakan teks tentang “keluargaku” dan semua siswa menirukan cara membaca dengan lafal yang tepat
· Menugaskan beberapa siswa untuk membilang dan mengurutkan keluarga (dalam gambar) dan secara fisik mana yng paling besar, kemudian diurutkan dari yang paling kecil ke yang paling besar
· Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang nama-nama guru dan siswa (ada yang namanya terdiri dari hanya satu kata, ada yang namanya terdiri dari dua kata)
· Menugaskan semua siswa untuk menyebutkan data dirinya (nama, kelas, sekolah dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana
§ siapa nama panggilannya,
§ siapa nama panjang/lengkapnya
§ siapa nama ayahnya
§ dan ibunya
· Semua siswa diminta mengamati contoh huruf sambung dan contoh huruf lepas, serta cara penulisannya. suku kata, kata dan kalimat sederhana
· Menugaskan semua siswa untuk menjiplak huruf dikaitkan dengan namanya sendiri dan atau nama guru atau temannya
· Guru memberikan penjelasan cara menulis dan membaca yang baik dan benar dan semua siswa untuk diminta mendengarkan serta memperhatikan.
· Guru mengamati sikap dan perilaku siswa selama proses pembelajaran serta memberi nasihat agar siswa :
· Rukun dengan temannya
· Tidak boleh bertengkar
· Saling menyayangi sesama teman
· Mendengarkan kalau guru menjelaskan
· Mengerjakan kalau guru menugaskan
6. Model Pembelajaran Kolaborative
a. Pembelajaran Kolaborative
Pembelajaran kolaboratif dapat didefinisikan sebagai filsafat pembelajaran yang memudahkan para siswa bekerjasama, saling membina, belajar dan berubah bersama, serta maju bersama pula. Inilah filsafat yang dibutuhkan dunia global saat ini. Bila orang-orang yang berbeda dapat belajar untuk bekerjasama di dalam kelas, di kemudian hari mereka lebih dapat diharapkan untuk menjadi warganegara yang lebih baik bagi bangsa dan negaranya, bahkan bagi seluruh dunia. Akan lebih mudah bagi mereka untuk berinteraksi secara positif dengan orang-orang yang berbeda pola pikirnya, bukan hanya dalam skala lokal, melainkan juga dalam skala nasional bahkan mondial.
b. Macam Pembelajaran Kolaboratif
Ada banyak macam pembelajaran kolaboratif yang pernah dikembangkan oleh para ahli maupun praktisi pendidikan, teristimewa oleh para ahli Student Team Learning pada John Hopkins University. Tetapi hanya sekitar sepuluh macam yang mendapatkan perhatian secara luas, yaitu:
1. Learning Together. Dalam metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan siswa-siswa yang beragam kemampuannya. Tiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok.
2. Teams-Games-Tournament (TGT). Setelah belajar bersama kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaian didasarkan pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok.
3. Group Investigation (GI). Semua anggota kelompok dituntut untuk merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.
4. Academic-Constructive Controversy (AC). Setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing, baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan, hubungan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya.
5. Jigsaw Proscedure (JP). Dalam bentuk pembelajaran ini, anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda tentang suatu pokok bahasan. Agar setiap anggota dapat memahami keseluruhan pokok bahasan, tes diberikan dengan materi yang menyeluruh. Penilaian didasarkan pada rata-rata skor tes kelompok.
6. Student Team Achievement Divisions (STAD). Para siswa dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Anggota-anggota dalam setiap kelompok saling belajar dan membelajarkan sesamanya. Fokusnya adalah keberhasilan seorang akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu siswa. Penilaian didasarkan pada pencapaian hasil belajar individual maupun kelompok.
7. Complex Instruction (CI). Metode pembelajaran ini menekankan pelaksanaan suatu proyek yang berorientasi pada penemuan, khususnya dalam bidang sains, matematika dan pengetahuan sosial. Fokusnya adalah menumbuhkembangkan ketertarikan semua anggota kelompok terhadap pokok bahasan. Metode ini umumnya digunakan dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para siswa yang sangat heterogen. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.
8. Team Accelerated Instruction (TAI). Bentuk pembelajaran ini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/ kolaboratif dengan pembelajaran individual. Secara bertahap, setiap anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. Setelah itu dilaksanakan penilaian bersama-sama dalam kelompok. Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar, setiap siswa mengerjakan soal-soal tahap berikutnya. Namun jika seorang siswa belum dapat menyelesaikan soal tahap pertama dengan benar, ia harus menyelesaikan soal lain pada tahap yang sama. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. Penilaian didasarkan pada hasil belajar individual maupun kelompok.
9. Cooperative Learning Stuctures (CLS). Dalam pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua siswa (berpasangan). Seorang siswa bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban tutee benar, ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua siswa yang saling berpasangan itu berganti peran.
10. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Model pembelajaran ini mirip dengan TAI. Sesuai namanya, model pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Dalam pembelajaran ini, para siswa saling menilai kemampuan membaca, menulis dan tata bahasa, baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya.




BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Dari hasil deskripsi tersebut maka dapat diambil kesimpulan, bahwa model-model pembelajaran terdiri dari 6 model pembelajaran, yakni:
1. Model Pembelajaran Kooperatif, dengan komponen pembelajaranya yakni STAD, Jigsaw dan NHT
2. Model Pembelajaran Kontekstual , dengan komponen pembelajaranya yakni Konstrukvisme, Inquiry, Questioning (Bertanya), Learning Community (Masyarakat Belajar), Modeling (Pemodelan) dan Reflection ( Refleksi)
3. Model Pembelajaran Kuantum
4. Model Pembelajaran Tematik, dengan komponen pembelajaranya adalah Jaring Laba-Laba, Terpadu dan Keterhubungan
5. Model Pembelajaran PAIKEM
6. Model Pembelajaran Kolaborative dengan komponen pembelajarnya adalah Learning Together, Teams-Games-Tournament, Group Investigation Academic-Constructive Controversy Jigsaw Proscedure Student Team Achievement Divisions Complex Instruction Team Accelerated Instruction
Cooperative Learning Stuctures Cooperative Integrated Reading and Composition.


B. Saran
Makalah ini dapat digunakan sebagai alternative pembelajaran bahasa indonesia di SD dan pendidikan. Setelah makalah ini dilaksanakan, penulis memberikan saran sebagai berikut:
Pendidikan di Indonesia bisa dikatakan jauh tertinggal dengan negara lain, namun tidak menutup kemungkinan untuk bangsa ini kembali bangkit dengan ikut berkerja secara maksimal dalam menerapkan model-model pembelajaran dalam konteks matapelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar. Khusus untuk guru-guru dan calon guru yang sedang memprofesionalisme di bangku perkuliahan di harapkan memperhatikan komponen-komponen model pembelajaran agar apa yang menjadi cita-cita bangsa indonesia yang tercermin pada UUD 1945 tercapai.


DAFTAR PUSTAKA


Arina. 2012. Potret Model Sebenarnya (Online). Tersedia: http://shout.indonesianyouthconference.org/article/arina/2191-potret-model-sebenarnya/


Yusti. 2012. Model Pembelajaran Kooperatif (Online). Tersedia: http://yusti-arini.blogspot.com/2009/08/model-pembelajaran-kooperatif.html


Padiya. 2012. Model Pembelajaran Kontekstual (Online). Tersedia: http://model-pembelajaran.blogspot.com/2008/08/model-pembelajaran-kontekstual.html


Pensb. 2012. Pembelajaan Kuantum (Online). Tersedia: http://pensa-sb.info/pembelajaran-kuantum-sebagai-model-pembelajaran-yang-menyenangkan/




Hilda. 2012. Pembelajaran Tematik di Indonesia (Online). Tersedia: http://hildakarliuninus.blogspot.com/2012/01/pembelajaran-tematik-di-indonesia.html

Tarmizi. 2012. Pembelajaran Model PAIKEM (Online). Tersedia: http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan/.html
BAHAN ALAM DAN BAHAN SISA SEBAGAI MEDIA BELAJAR

BAHAN ALAM DAN BAHAN SISA SEBAGAI MEDIA BELAJAR



Dalam dunia pendidikan, belajar merupakan salah satu hal pokok yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Belajar dalam pelaksanaannya haruslah menarik minat dan dianggap menyenangkan bagi peserta didik. Kegiatan belajar yang menyenangkan tersebut sebisa mungkin disamarkan dan melebur dalam kegiatan terpadu, yang menurut mereka (peserta didik), disebut dengan bermain.

Bermain adalah aktivitas yang dipilih sendiri oleh anak, karena menyenangkan, bukan karena akan memperoleh hadiah atau pujian. Tetapi bagi anak, bermain adalah suatu kegiatan yang serius, namun mengasyikkan. Melalui aktivitas bermain, berbagai fantasinya, tujuannya dan pekerjaannya terujud. Dan tentu saja, sebagai guru, tujuan pembelajaran pun tercapai.

Saat anak bermain, semua indera anak bekerja aktif. Semua informasi ditangkap oleh indera anak, disampaikan ke otak sebagai rangsangan, sehingga sel-sel otak aktif dan berkembang.

Saya kira, paparan tentang hubungan belajar dan bermain sudah cukup. Sekarang marilah kita simak media apa sajakah yang tepat dan aman serta (tentu saja) menarik untuk bahan pembelajaran. Monggo.!

Media belajar yang baik adalah media yang dapat memberi kesempatan untuk mendapatkan dan memperkaya pengetahuan anak secara langsung. Pun dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir kritis dan positif, membantu mengenal lingkungan dan kemampuan dirinya, menumbuhkan motivasi dan meningkatkan perhatian belajar anak.
Media tersebut harus memperhatikan hal-hal berikut :
  1. Menjaga keamanan dan keselamatan.
  2. Menjaga kesehatan / kebersihan.
  3. Pembuatan sesuai ukuran.
  4. Bisa untuk bereksplorasi anak.
  5. Dapat untuk bereksperimen anak.
  6. Mengembangkan imajinasi anak.
  7. Memotivasi anak untuk kreatif.
  8. Mengembangkan kemampuan sosial anak.
  9. Sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan anak.
  10. Berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak

Jean Pidget (1972 : p.27) menyebutkan bahwa “Anak seharusnya mampu melakukan percobaan dan penelitian sendiri. Guru, tentu saja, bisa menuntun anak-anak dengan menyediakan bahan-bahan yang tepat” Nah, bagi anda para guru, sengaja saya kutipkan pendapat diatas dan saya garis bawahi yaitu : bagian Guru, tentu saja, bisa menuntun anak-anak dengan menyediakan bahan-bahan yang tepat.

Anda dapat memilih media-media berikut ini : [Bahan cair/ bahan alam], [bahan pembangunan terstruktur], atau [bahan belajar mikro dan makro]. Silakan diklik saja. Tetapi yang akan kita bahas di sini adalah kategori pertama, yaitu BAHAN CAIR/ BAHAN ALAM. Macam-macam bahan cair untuk pembelajaran ini meliputi : air, pasir, cat jari, lumpur, tanah liat, play dough, krayon, cat, dll.

Mudah bukan?? Semua bahan itu dapat dengan mudah kita dapatkan, hanya beberapa saja yang sulit diperoleh. Tetapi jangan kuatir, selanjutnya akan disajikan cara pembuatannya.

CARA MEMBUAT UBLEGH

Bahan-bahan :

½ kg tepung kanji

Pewarna kue

Air segelas

Cara membuat :

campurkan tepung kanji dengan air yang telah dicampur dengan pewarna. Setelah jadi letakkan dalam wadah persegi



CARA MEMBUAT CAT POSTER DARI TEPUNG

Bahan-bahan :

¼ cangkir tepung

1 cangkir air

Botol atau wadah plastik kecil

3 sendok makan perwarna kue per wadah

2 sendok makan air per wadah

½ sendok makan kanji cair/deterjen cair per wadah (opsional)




Cara membuat :

Tuangkan tepung ke dalam panci.

Perlahan-lahan tambahkan 1cangkir air sambil diaduk hingga membentuk pasta yang licin.

Panaskan pasta, sambil terus diaduk,sampai pasta mulai mengental. Dinginkan.

Tuangkan ke dalam empat wadah kecil, masing-masing ¼ cangkir pasta.

Tambahkan 3 sendok makan pewarna dan 2 sendok makan air pada setiap wadah.

Supaya mengkilat tambahkan deterjen cair. Simpan dalam wadah tertutup


CARA MEMBUAT CAT JARI DARI MAIZENA


bahan-bahan :

½ cangkir maizena

Panci berukuran sedang

2 cangkir air dingin

Cetakan kue atau mangkok kecil

Pewarna makanan

Deterjen pencuci piring cair

Cara membuat :

Masukkan maizena dalam panci. Tambahkan air.

Masaklah di atas api kecil dan aduklah sampai campuran mengental.

Angkat panci dari kompor. Campuran dibagi 4-5 bagian dengan menyendoknya ke dalam mangkok kecil.

Tambahkan beberapa tetes pewarna makanan dan setetes deterjen pencuci piring cair.

Aduklah dan biarkan dingin

sebelum digunakan. Simpan dalam wadah tertutup.


CARA MEMBUAT PLAY DOUGH

Bahan-bahan :

1 kg tepung terigu

¼ kg garam

½ liter air

Pewarna kue

2 sm minyak sayur



Cara membuat:

Masukkan tepung terigu ke dalam wadah. Campurkan garam, air, dan pewarna kueAduk kedua bahan di atas hingga kalisTambahkan minyak sayur hingga bercampur.

Demikian semoga bermanfaat.
TIPS MENGELOLA MENU MULTIMEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN

TIPS MENGELOLA MENU MULTIMEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN

Tips Mengelola Menu Multimedia Presentasi PembelajaranGuru masa kini dituntut menguasai teknologi informasi dan komunikasi guna mendukung proses pembelajaran sekaligus merupakan wujud pengembangan profesi berkelanjutan. Sebagai salah satu bentuk implementasi atas tuntutan tersebut adalah dengan mengembangkan media presentasi pembelajaran berbasis ICT. Yang menjadi masalah adalah masih terlalu sedikit guru yang telah berkesempatan untuk mengikuti pelatihan sehingga kebanyakan guru yang telah berusaha memanfaatkan fasilitas TIK yang tersedia di sekolah belum mampu menyusun/mengembangkan multimedia pembelajaran sebagaimana mestinya baik dalam hal interface design (desain tata letak antar muka), tata alur dan alir, maupun kelengkapan menu.

Pada tulisan ini, akan saya bahas apa dan bagaimana mestinya mengelola menu pada multimedia presentasi pembelajaran yang kita buat lengkap dengan contohnya yang dapat di-download. Multimedia pembelajaran idealnya menyediakan menu sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi, identifikasi media (judul dan sasaran) sebagai tampilan awal, yang kemudian diikuti oleh apersepsi sebagai pengantar menuju menu (sajian) utama.

Merujuk pada RPP, multimedia presentasi pembelajaran yang utuh harusnya terdiri dari menu yang meliputi:
Tujuan Pembelajaran~Menu Tujuan Pembelajaran terdiri dari Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan Tujuan Pembelajaran itu sendiri. Menu Tujuan Pembelajaran ini sangat penting ditampilkan karena siswa berhak mengetahui apa tujuan mereka mempelajari materi tertentu.
Materi Pembelajaran~Menu Materi Pembelajaran berisi tentang sajian materi pokok. Di sinilah seorang guru harus pandai-pandai mengeksplorasi materi dengan menggunakan animasi/video, image, juga audio. Animasi/video, image, juga audio yang dimaksud adalah yang berkenaan dengan penjelasan materi dan bukan sekedar merupakan aksesoris. Jangan sampai terjadi Animasi/video, image, juga audio justru malah akan mengaburkan materi inti yang sebenarnya. Guru juga harus tetap menjaga agar interaksi antara siswa dengan guru dan temannya tetap terjadi mengingat konsep pembelajaran masa kini mesti sudah tidak lagi menerapkan metode pembelajaran linear dan menggantikannya dengan model pembelajaran interaktif kooperatif. Perlu digarisbawahi bahwa multimedia presentasi pembelajaran adalah sekedar sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, bukan menggantikan peran guru.
Simulasi/Latihan Soal~Ketersediaan menu Simulasi/Latihan Soal sangat penting untuk mengecek sejauh mana siswa telah menguasai materi yang dipelajari. Simulasi/Latihan soal mesti dirancang semenarik mungkin. Kalau bisa sediakan juga feedback yang konstruktif.
Tes/Evaluasi/Uji Kompetensi~Menu ini terdiri dari pertanyaan/soal untuk mengukur sajauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Maka soal/pertanyaan yang dibuat harus merujuk pada tujuan pembelajaran. Pada multimedia presentasi pembelajaran sebenarnya tidak perlu dengan menyajikan kuis yang dapat menghasilkan skor. Namun jika mampu membuat evaluasi yang dapat menampilakan skor atau nilai tidak ada jeleknya juga. Evaluasi yang menuntut dapat menampilkan skor adalah evaluasi pada multimedia pembelajaran mandiri.
Glosarium/Daftar Istilah~Menu ini berisi daftar kata/istilah penting yang perlu disangatkan dalam sajian materi.
Referensi~Menu Referensi berisi daftar referensi. Menyediakan menu referensi sangat penting dalam rangka untuk menghargai karya orang lain. Penulisan daftar referensi sebaiknya juga mengikuti aturan yang ada. Jika beberapa referensi diambil/diunduh dari situs di internet, sebaiknya juga di-link ke alamat situs tersebut.

Demikian sedikit tips yang dapat saya bagi. Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak sekedar berteori. Sayapun dalam membuat media pembelajaran selalu menyediakan menu seperti yang saya urai di atas. Beberapa media yang saya upload di blog ini memang tidak selengkap itu karena memang media yang saya sediakan untuk diunduh tersebut adalah versi yang sudah sangat saya sederhanakan agar ukuran file-nya bisa sekecil mungkin sehingga mudah di-upload maupun di-download.

Bagi anda yang penasaran dan membutuhkan, silahkan download template menu media yang saya buat dengan Adobe Flash CS3 di SINI, Powerpoint 2007 di SINI. Description: Tips Mengelola Menu
Pengertian dan Jenis Portofolio

Pengertian dan Jenis Portofolio

Pengertian Portofolio, Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Jadi portofolio berarti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukannnya (Erman S. A., 2003 dalam Nahadi dan Cartono, 2007). Secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Terdapat beberapa macam portofolio. Dalam kesenian misalnya, portofolio berarti kumpulan hasil karya terbaik dari seorang seniman yang sengaja diadakan untuk keperluan galeri pameran. Dalam dunia pendidikan portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan guru atau oleh siswa bersama guru. Portofolio dalam pendidikan adalah bagian dari usaha dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Sehingga tidak setiap kumpulan karya siswa disebut sebagai portofolio.

Paulson (1991) dalam Nahadi dan Cartono (2007) mendefinisikan portofolio sebagai kumpulan pekerjaan siswa yang menunjukan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka dalam satu bidang atau lebih. Kumpulan ini harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi isi, kriteria isi, kriteria seleksi, kriteria penilaian, dan bukti refleksi diri.

Menurut Gronlund (1998 : 159) portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang tergantung pada keluasan tujuan. Apa yang harus tersurat, tergantung pada subjek dan tujuan penggunaan portofolio. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar bagi pertimbangan kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan kepada siswa, orang tua serta pihak lain yang tertarik berkepentingan.

Portofolio dapat digunakan untuk mendokementasikan perkembangan siswa. Kerena menyadari proses belajar sangat penting untuk keberhasilan hidup, portofolio dapat digunakan oleh siswa untuk melihat kemajuan mereka sendiri terutama dalam hal perkembangan, sikap keterampilan dan ekspresinya terhadap sesuatu.

Portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang tergantung pada keluasan tujuan. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar bagi pertimbangan bagi kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan dengan siswa, orang tua serta pihak lain yang berkepentingan. Sehingga portofolio dapat digunakan untuk mendokumentasikan perkembangan siswa dalam setiap kegiatan dan proses pembelajaran. Secara umum, dalam dunia pendidikan portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa atau catatan mengenai siswa yang didokumentasikan secara baik dan teratur. Portofolio dapat berbentuk tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa atas pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan atau jurnalyang dibuat siswa.

Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari uasaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum.

Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga ‘portofolio untuk penilaian’ atau ‘portofolio penilaian’.

Pengertian Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan satu metode penilaian berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang (Pomham, 1984).
Aspek yang diukur dalam penilaian portofolio adalah tiga domain perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Penilaian Portofolio

Portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai ajektif. Sebagai suatu wujud benda fisik portofolio adalah bundel, yaitu kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel. Misalnya hasil tes awal (pre-test), tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas terstruktur, hasil tes akhir (post-test) dan sebagainya. Sebagai suatu proses sosial pedagogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill), maupun sikap (afektif). Adapun sebagai suatu ajektif portofolio seringkali dihubungkan dengan konsep pembelajaran atau penilaian yang dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis portofolio atau penilaian berbasis portofolio.

Portofolio

* Sebagai benda fisik (bundle atau dokumen)
* Sebagai suatu proses social
* Sebagai adjective (Pembelajaran portofolio, assesmen portofolio)


Portofolio sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrument penilaian atau salah satu komponen dari instrument penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga portofolio untuk penilaian atau asesmen portofolio.

Berdasarkan pengertian tentang evaluasi, penilaian, asesmen dan portofolio, maka dapat disimpulkan bahwa asesmen portofolio dalam pembelajaran kimia dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses, hasil pertumbuhan, perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dan dokumen pengalaman belajarnya di dalam pembelajaran kimia. Dalam konteks penilaian, asesmen portofolio juga diartikan sebagai upaya menghimpun kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran, digunakan oleh guru dan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu (Surapranata S dan Hatta M, 2004 dalam Nahadi danCartono, 2007).

Portofolio siswa untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:

1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan.
3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan.
5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran.
6. Penyelesaian soal-soal terbuka.
7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya.
8. Laporan kerja kelompok.
9. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam vidio, alat rekam audio dan computer.
10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan).
12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.
13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran.

Untuk menerapkan asesmen portofolio dibutuhkan suatu rubrik atau pedoman terperinci penilaian. Asesmen portofolio hendaknya tidak hanya ditekankan kepada keberhasilan siswa dalam memperoleh jawaban yang diinginkan oleh guru, tetapi lebih ditekankan pada proses berfikir siswa yang terdapat atau tersirat dalam isi portofolio. Penilaian berbasis kompetensi mempunyai prinsip belajar tuntas (mastery learning), siswa tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik. Salah satu model yang cocok dengan prinsip tersebut adalah model asesmen portofolio.

Model asesmen portofolio menggunakan acuan penilaian kriteria, yang intinya adalah bahwa:

* Semua anak memiliki kemampuan yang sama dan bisa belajar apa saja, hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tertentu berbeda.
* Standar ketuntasan harus ditentukan terlebih dahulu.
* Hasil penilaian;lulus atau tidak lulus.

Aspek yang diukur dalam asesmen portofolio adalah tiga ranah perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

1. Prilaku kognitif

Berdasarkan taksonomi kognitive Bloom, terdapat enam tingkatan kognitif berfikir:

* Pengetahuan (knowledge) : kemampuan mengingat (misal mengingat rumus)
* Pemahaman (comprehension) : kemampuan memahami (menyimpulkan suatu paragraph)
* Aplikasi (application) : kemampuan penerapan (misalnya menggunakan informasi atau pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah).
* Analisis (analysis) : kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (misalnya menganalisis bentuk, jenis atau arti)
* Sintesis (synthesis) : kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi kesimpulan (misalnya memformulasikan hasil penelitian).
* Evaluasi (evaluation) : kemampuan mempertimbangkan mana yang baik untuk mengambil tindakan tertentu.

2. Prilaku afektif

Mencakup penilaian perasaan, tingkah laku, minat, kesukaan, emosi dan motivasi.

3. Prilaku psikomotorik

Mencakup penilaian keahlian. Penilaian psikomotorik adalah penilaian pembelajaran yang banyak menggunakan praktek seperti agama, kesenian, olahraga, sains dan bahasa, sementara itu untuk mata pelajaran yang tidak terdapat kegiatan praktek, tidak terdapat penilaian psikomotoriknya. Bentuk instrument dan jenis tagihan yang digunakan untuk assesmen portofolio adalah tes tertulis (obyektif dan non-obyektif), tes lisan (wawancara), tes perbuatan (lembar pengamatan), non-tes (angket, kuisioner), dan hasil karya (daftar cek, produk dan laporan.

Jenis - Jenis Portofolio

Jenis-jenis Penilaian Portofolio, Evaluasi, asesmen atau penilaian portofolio merupakan suatu bentuk penilaian yang sesungguhnya atau otentik (Collins, 1988 dalam Nahadi dan Cartono, 2007). Hal ini disebabkan karena pada asesmen portofolio sumber informasi yang dijadikan pertimbangan dalam bentuk pekerjaan siswa yang dikoleksi secara sistematis. Dengan demikian perkembangan kemampuan siswa dapat dilihat secara mudah. Sumber informasi berupa hasil pekerjaan siswa dikumpulkan dalam berbagai bentuk diantaranya:

1. Hasil kerja laboratorium dalam wujud laporan hasil kerja.
2. Hasil pelaksanaan tugas oleh peserta didik misalnya buku tugas, buku PR, buku kerja, kliping, foto atau gambar.
3. Hasil ulangan harian atau semester.
4. Penghargaan tertulis misalnya sertifikat mengikuti lomba baik tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, atau provinsi.
5. Daftar kehadiran
6. Catatan pribadi atau anekdik
7. Catatan tentang peringatan yangdiberikan guru ketika peserta didik melakukan suatu kesalahan.
8. Audio visual
9. Buku aktivitas

Dari berbagai jenis asesmen portofolio yang ada, guru dapat mengumpulkannya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, tingkatan siswa dan jenis kegiatan yang dilakukan. Pada hakikatnya asesmen portofolio dapat dibedakan kedalam dua bentuk yang banyak dikenal dewasa ini, yaitu tinjauan proses (process oriented) dan tinjauan hasil (product oriented). Perbedaan kedua bentuk portofolio tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Tinjauan Proses

Portofolio proses (process oriented) adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu. Pendekatan ini lebih menekankan pada bagaiman peserta didik belajar, berkreasi, termasuk mulai dari draf awal, bagaiman proses awal terjadi dan waktu sepanjang peserta didik dinilai. Hal yang diniali mencakup kemampuan awal, proses, dan akhir suatu pekerjaan yang dilakukan peserta didik.

2. Tinjauan Hasil

Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik, tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai evidence itu terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan merefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai. Dalam beberapa literatur dapat ditemukan bahwa portofolio tampilan (show portofolios) dan portiofolio dokumentasi (documentary portofolios) merupakan contoh portofolio produk.

a. Portofolio penampilan

Portofolio pemampilan (show Portofolios) adalah bentuk yang digunakan evidence terbaik yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. Portofolio bentuk ini dirancang untuk menunjukan evidence peserta didik yangterbaik dalam satu kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar dalam kurun waktu tertentu. Portofolio penampilan sangat berguna untuk penilaian yang bergantung kepada seberapa tepat isi portofolio telahg mengacu pada kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasilbelajar yang telah ditentukan dalam kurikulum.

b. Portofolio dokumentasi

Portofolio dokumentasi (documentary portofolios) adalah bentuk yang digunakan untuk koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian dalam portofolio dokumentasi, hanya evidence peserta didik yang terbaik yang diseleksi yang akan diajukan dalam penilaian. Asesmen portofolio dokumentasi dalam portofolio kimia misalnya, tidak hanya berisi tentang hasil akhir laporan praktikum peserta didik, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar peserta didik terhadap laporannya tersebut. Termasuk proses sampai dihasilkannya laporan praktikum tersebut.

Bentuk-bentuk Penilaian Portofolio

Dari kedua jenis asesmen portofolio tersebut dalam pelaksanaannya asesmen portofolio terbagi kedalam beberapa bentuk instrumen eavaluasi atau tes. Adapun bentuk-bentuk asesmen portofolio diantaranya sebagai berikut:

1. Cacatan anekdotal, yaitu beruoa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenaiperilaku siswa, khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang diamati, waktu pengamatan dan lembar rekaman kejadiannya.
2. Ceklist atau daftar cek, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa.
3. Skala penilaian yang mencatat isyarat tujuan kemajuan perkembangan siswa.
4. Respon-respon siswa terhadap pertanyaan
5. Tes skrinning yang berguna untuk mengidentidfikasi keterampilan siswasetelah pengajaran dilakukan, misalnya: tes hasil belajar, PR, LKS, dan laporan kegiatan lapangan.

sumber :
http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/01/pengertian-portofolio.html
http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/01/jenis-jenis-penilaian-portofolio.html