Random Post

Trending Topik

Popular Post

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Recent Post

CONTENT BLOGGER HERE
CONTENT TWITTER HERE
CONTENT FACEBOOK HERE

Comments

Blog Berkah. Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Perangkat Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perangkat Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Implementasi Pembelajaran Paikem di Sekolah

Implementasi Pembelajaran Paikem di Sekolah


Pada pasal 19 ayat 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pemndidikan (SNP) dinyatakan bahwa setiap pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efesien. Dengan demikian sebelum melakukan pelaksanaan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan perencanaan pembelajaran.
Pada Standar Proses (Permendiknas No 42 Tahun 2007 ) bagian perecanaan pembelajaran dinyatakan bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan proises pembelajaran utnuk mencapai kompetensi dasar (KD), dan kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai denga bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psokologis peserta didik. Kegiatan tersebut dilakukan secara sisteamtis dan sistemik melalui proses eksplorasi, alaborasi, dan konfirmasi. Lebih lanjut pada stansar proses dinyatakan bahwa pelaksanaan
pembelajaran merupakan implementasi dariRPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegitan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Contoh RPP Lengkap untuk Sekolah Dasar bisa di download gratis disini
Dalam kegiatan pendahuluan, guru :
1. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan pisik untuk mengikuti proses pembelajaran
2. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
3. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yanga akan dicapai
4. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
Adapun kegiatan Inti 
Menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, Elaborasi, dan Konformasi. Maksud dari Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi sebagai berikut :
1. Eksplorasi 
Dalam kegiatan ekplorasi guru :
a. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajarai dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber
b. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain
c. Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya
d. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran dan
e. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan
2. Elaborasi 
Dalam kegiatan elaborasi, guru :
a. Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna
b. Memfasiltasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain, untuk memunculkan gagasan baru secara lisan maupun tertulis
c. Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut
d. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif
e. Memfasilitasi peserta didik berkompetensi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
f. Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok
g. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan kreasi kerja individual maupun kelompok
h. Memfasiltasi peserta didik melakukan pameran, turmanent, festival, serta produk yang dihasilkan
i. Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik
3. Konfirmasi 
Dalam kegiatan konfirmasi, guru :
a. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
b. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
c. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan
d. Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar :
1. Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dal menjawab pertanyaan peserta didik yang mengahadapi kesulitan dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar
2. Membantu menyelesaikan masalah
3. Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
4. Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
5. Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif
Dalam Kegiatan Penutup, guru
1. Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran
2. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sufdah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram
3. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
4. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik menyampaiakan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
Download Program Tahunan (Prota) Berkarakter Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas 1, 2, 3, 4 5, dan 6 Semuanya Lengkap.

Download Program Tahunan (Prota) Berkarakter Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas 1, 2, 3, 4 5, dan 6 Semuanya Lengkap.


Download Program Tahunan (Prota) Berkarakter Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kelas 1, 2, 3, 4 5, dan 6 Semuanya Lengkap.
Catatan :
1. Dapat di download Gratis ( gak peke beli )
2. Semua file da lam bentuk word document, jadi sangat mudah untuk di edit sesuai kondisi.
3. Khusus untuk kelas 1, 2, dan 3 bidang studi PKn, Bahasa Indonesia, Matemtaika, IPA, IPS dan SBK, tersedia dalam bentuk Tematik.
4. Jangan lupa komentar dan sarannya, ya….?

• Program Tahunan (Prota) Tematik Kelas 1, 2, dan 3

Program Tahunan Tematik Kelas 1 Semester 1 & 2
Program Tahunan Tematik Kelas 2 Semester 1 & 2
Program Tahunan Tematik Kelas 3 Semester 1 & 2
• Prota Pendidikan Agama Islam

Program Tahunan Pendais Kelas 1 Semester 1 & 2
Program Tahunan Pendais Kelas 2 Semester 1 & 2
Program Tahunan Pendais Kelas 3 Semester 1 & 2Program Tahunan Pendais Kelas 4 Semester 1 & 2
Program Tahunan Pendais Kelas 5 Semester 1 & 2
Program Tahunan Pendais Kelas 6 Semester 1 & 2
Terima kasih… Semoga bermanfaat dan tetap semangat
Silabus Dan RPP Berkarakter SMA

Silabus Dan RPP Berkarakter SMA



Download lengkap Silabus dan RPP berkarakter untuk SMA (Sekolah Menengah Atas) Gratis!! Semua contoh disini bisa anda download dan tersedia untuk kelas X,XI,XII serta semua mata pelajaran, segera unduh dan dipelajari ataupun dikopi untuk anda gunakan sesuai karakteristik Siswa di SMA tempat anda bekerja. Tapi diharapkan tidak hanya sekedar dicopy saja semua silabus ini. Tapi tentunya dibuat versi yang sesuai dengan diri sendiri.


Lalu apakah di blog ini hanya tersedia Silabus dan rpp untuk SMA saja, tentu tidak? Disini anda bisa download secara gratis silabus berkarakter untuk SMK maupun dengan tingkatan sekolah yang lain, contohnya RPP untuk SMP. Semuanya disediakan untuk bapak dan ibu secara gratis tanpa biaya apapun kecuali tentunya biasa internet untuk mendownload semua silabus dibawah ini.
Diuahakan semua silabus dan rpp berkarakter tersedia untuk berbagai tingkat kelas dan SMA. Dan diusahakan juga tersedia lengkap untuk semua mata pelajaran di SMA. Sehingga tentunya akan memudahkan bagi anda yang hanya membutuhkan satu mata pelajaran atau satu kelas saja.

Silabus dan RPP berkarakter memang belum lengkap, tapi akan diupdate terus sampai komplit!! Kami hanya mencari link downloadnya saja. Jadi kami kurang begitu mengetahui isinya, jika ada yang sama silahkan hubungi saja di komentar. Nanti akan dihapus atau diupdate kalau kami ada waktu untuk mengupdatenya.
Download Silabus dan RPP berkarakter untuk SMA KOMPLIT!!


Untuk Silabus nya anda bisa unduh dengan link dibawah ini, Semua contoh ini gratis lho!!
RPP DAN SILABUS SEJARAH SMA
1. RPP Sejarah SMA Kelas X
2. RPP Sejarah IPA SMA Kelas XI
3. RPP Sejarah IPS SMA Kelas XI
4. RPP Sejarah IPA SMA Kelas XII
5. RPP Sejarah IPS SMA Kelas XII
1. Silabus Sejarah SMA Kelas X
2. Silabus Sejarah IPA SMA Kelas XI
3. Silabus Sejarah IPS SMA Kelas XI
4. Silabus Sejarah IPA SMA Kelas XII
5. Silabus Sejarah IPS SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS SENI BUDAYA SMA
1. RPP Seni Budaya SMA Kelas X
2. RPP Seni Budaya SMA Kelas XI
3. RPP Seni Budaya SMA Kelas XII
1. Silabus Seni Budaya SMA Kelas X
2. Silabus Seni Budaya SMA Kelas XI
3. Silabus Seni Budaya SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS SOSIOLOGI SMA
1. RPP Sosiologi SMA Kelas X
2. RPP Sosiologi SMA Kelas XI
3. RPP Sosiologi SMA Kelas XII
1. Silabus Sosiologi SMA Kelas X
2. Silabus Sosiologi SMA Kelas XI
3. Silabus Sosiologi SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS TIK SMA
1. RPP TIK SMA Kelas X
2. RPP TIK SMA Kelas XI
3. RPP TIK SMA Kelas XII
1. Silabus TIK SMA Kelas X
2. Silabus TIK SMA Kelas XI
3. Silabus TIK SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS BAHASA INGGRIS SMA
1. RPP Bahasa Inggris SMA Kelas X
2. RPP Bahasa Inggris SMA Kelas XI
3. RPP Bahasa Inggris SMA Kelas XII
1. Silabus Bahasa Inggris SMA Kelas X
2. Silabus Bahasa Inggris SMA Kelas XI
3. Silabus Bahasa Inggris SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS BIOLOGI SMA
1. RPP Biologi SMA Kelas X
2. RPP Biologi SMA Kelas XI
3. RPP Biologi SMA Kelas XII
1. Silabus Biologi SMA Kelas X
2. Silabus Biologi SMA Kelas XI
3. Silabus Biologi SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS EKONOMI SMA
1. RPP Ekonomi SMA Kelas X
2. RPP Ekonomi SMA Kelas XI
3. RPP Ekonomi SMA Kelas XII
1. Silabus Ekonomi SMA Kelas X
2. Silabus Ekonomi SMA Kelas XI
3. Silabus Ekonomi SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS FISIKA SMA
1. RPP Fisika SMA Kelas X
2. RPP Fisika SMA Kelas XI
3. RPP Fisika SMA Kelas XII
1. Silabus Fisika SMA Kelas X
2. Silabus Fisika SMA Kelas XI
3. Silabus Fisika SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS BAHASA INDONESIA SMA
1. RPP Bahasa Indonesia SMA Kelas X
2. RPP Bahasa Indonesia SMA Kelas XI
3. RPP Bahasa Indonesia SMA Kelas XII
1. Silabus Bahasa Indonesia SMA Kelas X
2. Silabus Bahasa Indonesia SMA Kelas XI
3. Silabus Bahasa Indonesia SMA Kelas XII

RPP DAN SILABUS GEOGRAFI SMA
1. RPP Geografi SMA Kelas X
2. RPP Geografi SMA Kelas XI
3. RPP Geografi SMA Kelas XII
1. Silabus Geografi SMA Kelas X
2. Silabus Geografi SMA Kelas XI
3. Silabus Geografi SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS PKN SMA
1. RPP PKN SMA Kelas X
2. RPP PKN SMA Kelas XI
3. RPP PKN SMA Kelas XII
1. Silabus PKN SMA Kelas X
2. Silabus PKN SMA Kelas XI
3. Silabus PKN SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS KIMIA SMA
1. RPP Kimia SMA Kelas X
2. RPP Kimia SMA Kelas XI
3. RPP Kimia SMA Kelas XII
1. Silabus Kimia SMA Kelas X
2. Silabus Kimia SMA Kelas XI
3. Silabus Kimia SMA Kelas XII
RPP DAN SILABS MATEMATIKA SMA
1. RPP Matematika SMA Kelas X
2. RPP Matematika IPA SMA Kelas XI
3. RPP Matematika IPS SMA Kelas XI
4. RPP Matematika IPA SMA Kelas XII
5. RPP Matematika IPS SMA Kelas XII
1. Silabus Matematika SMA Kelas X
2. Silabus Matematika IPA SMA Kelas XI
3. Silabus Matematika IPS SMA Kelas XI
4. Silabus Matematika IPA SMA Kelas XII
5. Silabus Matematika IPS SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS PAI SMA
1. RPP PAI SMA Kelas X
2. RPP PAI SMA Kelas XI
3. RPP PAI SMA Kelas XII
1. Silabus PAI SMA Kelas X
2. Silabus PAI SMA Kelas XI
3. Silabus PAI SMA Kelas XII
RPP DAN SILABUS PENJASKES SMA
1. RPP Penjaskes SMA Kelas X
2. RPP Penjaskes SMA Kelas XI
3. RPP Penjaskes SMA Kelas XII
1. Silabus Penjaskes SMA Kelas X
2. Silabus Penjaskes SMA Kelas XI
3. Silabus Penjaskes SMA Kelas XII

Kumpulan Silabus RPP SMA berkarakter lainnya

DOWNLOAD SILABUS RPP KTSP SMA KELAS 1 / X 1. Sosiologi 2. PKN 3. Matematika 4. Sejarah5. Seni Rupa 6. Fisika 7. Biologi 8. Bahasa Inggris 9. PAI 10. Ekonomi
DOWNLOAD SILABUS RPP KTSP SMA KELAS 2 / XI 1. Sosiologi 2. Ekonomi 3. PAI 4. Sejarah 5.Biologi 6. Bahasa Indonesia 7. Matematika 8. Seni Rupa 9. PKN 10. Bahasa Inggris
DOWNLOAD SILABUS RPP KTSP SMA KELAS 3 / XII 1. Sosiologi 2. Ekonomi 3. Fisika 4.Sejarah 5. Biologi 6. Bahasa Indonesia 7. Seni Rupa 8. PKN 9. Bahasa Inggris
10. TIK X – XI – XII
Kami juga menemukan link download lain untuk silabus dan rpp berkarakter, silahkan download dibawah ini
1. IPA, IPS DAN KETERAMPILAN
2. MATEMATIKA, PENJAS DAN PKN
3. PAI, BHS. INDONESIA DAN INGGRIS
4. SENI BUDAYA DAN TIK
5. FISIKA BERKARAKTER
6. TIK BERKARAKTER
7. TIK BERKARAKTER UNTUK SMP KELAS 7 S.D. 9 KUMPLIT BRO
8. RPP SILABUS SMA BERKARAKTER

Kesimpulan!!

Bagi anda yang ingin berbagi silabus dan rpp berkarakter terutamanya untuk tingkatan SMA. Silahkan sertakan link downloadnya di form komentar. Semua link download diatas diambil dari berbagai sumber!! Contoh yang lainnya akan di update lagi setelah kami menemukan yang baru.

RPP Berkarakter SD Semester 1

RPP Berkarakter SD Semester 1

RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi Dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian

Sebagai tambahan referensi guna membantu para guru dalam pengembangan dan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), disini kusediakan beberapa contoh format RPP yang bisa diunduh (download) secara gratis untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Mudah-mudahan bermanfaat!


SEKOLAH DASAR (SD)
Bagi yang membutuhkan contoh format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk Sekolah Dasar, silahkan klik tautan berikut :
BUKU BSE » BSE PENJASORKES

BUKU BSE » BSE PENJASORKES

DOWNLOAD BUKU BSE MATA PELAJARAN PENJASORKES
(PENDIDIKAN JASMANI OLAH RAGA DAN KESEHATAN)


Bagi Bapak Ibu guru yang mau download atau sekedar membaca atau butuh buku BSE MATA PELAJARAN PENJAS ORKES silahkan download atau lihat klik disini

Download Free Bunyi Bel Sekolah Otomatis Mp3

Download Free Bunyi Bel Sekolah Otomatis Mp3-Bel Alarm Sekolah Otomatis, mengiringi perkembangan jaman sekarang bel sekolah pun sudah hampir merata Sekolah sekolah menggunakan Bel Alarm Otomatis jadi Guru Piket tidak lagi disibukan dengan jadwal mencet bel ganti jam pelajaran, jam istirahat dan bel pulang sekolah. Nah untuk Bunyi Bel Alarm Otomatis Sekolah Bisa Sobat Semua Download secara gratis disini, yang Insya ALLOH akan berguna untuk sekolah. Bunyi Bel ini menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Cocok Sekali Kan.





  1. Download Bunyi Bel Sekolah ini suport : wav, mp3
  2. Bunyi Bel Sebelum Upacara wav, mp3
  3. Bunyi Bel Upacara wav, mp3
  4. Bunyi Bel Jam Pertama Pelajaran wav, mp3
  5. Bunyi Bel Jam Ke Dua Pelajaran wav, mp3
  6. Bunyi Bel Jam Ke Tiga Pelajaran wav, mp3
  7. Bunyi Bel Jam Ke Empat Pelajaran wav, mp3
  8. Bunyi Bel Jam Ke Lima Pelajaran wav, mp3
  9. Bunyi Bel Ke Enam Pelajaran wav, mp3
  10. Bunyi Bel Ke Tujuh Pelajaran wav, mp3
  11. Bunyi Bel Ke Delapan Pelajaran wav, mp3
  12. Bunyi Bel Istirahat wav, mp3
  13. Bunyi Bel Selesai Istirahat wav, mp3
  14. Bunyi Bel Pulang Sekolah wav, mp3
  15. Bunyi Bel Pulang Sekolah Hari Sabtu wav, mp3
  16. Bunyi Bel Keagamaan wav, mp3


File Download ini Dibagi 2 Link Download Untuk Memudahkan Sobat Semua

Link 1: http://www.ziddu.com/download/16453174/BunyiBelSekolah1.rar.html

Link 2: http://www.ziddu.com/download/16454965/BunyiBelSekolah2.rar.html



sumber : http://www.batararayamedia.com/page.php?menu=artikel&id=61&title=Download-Free-Bunyi-Bel-Sekolah-Otomatis-Mp3
Model Pembelajaran Mind Mapping

Model Pembelajaran Mind Mapping

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping
Model Pembelajaran Mind Mapping 


Pada postingan yang lalu syacom blog telah berbagi mengenai Model Pembelajaran TGT, pada postingan kali ini saya akan berbagi mengenai Model Pembelajaran Mind Mapping


Model Pembelajaran Mind Mapping adalah suatu tipe Model pembelajaran kooperatif. Model Pembelajaran ini pertama kali dikenalkan oleh Toni Buzan. Inti dari Model pembelajaran ini menggunakan tekhnik penyusunan catatan untuk membantu murid menggunakan seluruh potensi otak agar optimum

Langkah-langkah Model Pembelajaran Mind Mapping di kemukakan oleh Amri dan Ahmadi sebagai berikut

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai
  2. Guru mengemukakan konsep atau permasalahan yang akan ditanggapi oleh murid
  3. Membuat kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  4. Tiap kelompok mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  5. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  6. Dari data data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan yang disediakan guru
Demikianlah langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping. Kelebihan dan kekurangan Model pembelajaran Mind Mapping akan saya posting pada pada postingan berikutnya. Semoga bermanfaat...

Sumber : http://hayardin-blog.blogspot.com/2012/04/model-pembelajaran-mind-mapping.html#ixzz1zYaC1ANM
Model Pembelajaran Snowball Throwing

Model Pembelajaran Snowball Throwing

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing | Melempar Bola Salju 

Model Pembelajaran Snowball Throwing 


Pada postingan yang lalu syacom blog telah berbagi mengenai Model Pembelajaran Mind Mapping, pada postingan kali ini saya akan berbagi mengenai Model Pembelajaran Snowball Throwing 


Model Pembelajaran Snowball Throwing adalah suatu tipe Model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini menggali potensi kepemimpinan murid dalam kelompok dan keterampilan membuat-menjawab pertanyaan yang di padukan melalui permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju (Komalasari: 2010)

Langkah-langkah Model Pembelajaran Snowball Throwing sebagai berikut


  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
  5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
  6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  7. Evaluasi
  8. Penutup 


Demikianlah langkah-langkah model pembelajaran Snowball Throwing. Kelebihan dan kekurangan Model pembelajaran Snowball Throwing akan saya posting pada pada postingan berikutnya. Semoga bermanfaat...

Daftar pustaka
Komalasari Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika Aditama


Sumber http://hayardin-blog.blogspot.com/2012/04/model-pembelajaran-snowball-throwing.html#ixzz1zYZe4vPI
Model Pembelajaran Scramble

Model Pembelajaran Scramble

Model Pembelajaran Scramble



Pada postingan yang lalu syacom blog telah berbagi mengenai Model Pembelajaran STAD, pada postingan kali ini saya akan berbagi mengenai Model Pembelajaran Scramble karena kebetulan Judul Penelitian untuk proposal saya sama dengan Model yang akan saya bahas pada pagi hari ini yaitu Peningkatan Hasil Belajar Pkn Melalui Model Pembelajaran Scramble Pada Murid Kelas V Sd Inpres Perumnas II Makassar


Model Pembelajaran Scramble tampak seperti Model Pembelajaran Word Square, bedanya jawaban soal tidak dituliskan di dalam kotak-kotak jawaban, tetapi sudah dituliskan namun dengan susunan yang acak, nah siswa nanti bertugas mengkoreksi ( membolak-balik huruf ) jawaban tersebut sehingga menjadi jawaban yang tepat/benar.

Model Pembelajaran Scramble


Model Pembelajaran Scramble yaitu Model Pembelajaran yang mengajak siswa mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan atau pasangan dari suatu konsep secara kreatif dengan cara menyusun huruf-huruf yang disusun secara acak sehingga membentuk suatu jawaban atau pasangan konsep yang dimaksud (komalasari, 2010: 84)


Langkah-langkah Model Pembelajaran Scramble

Guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai
Setelah selesai menyajikan materi, guru membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya.

Kelebihan Model pembelajaran Scramble :
  • Memudahkan mencari jawaban
  • Mendorong murid untuk belajar mengerjakan soal tersebut
  • Semua murid terlibat
  • Kegiatan tersebut dapat mendorong pemahaman murid terhadap materi pelajaran
  • Melatih untuk disiplin


Kekurangan model pembelajaran scramble

  • Murid kurang berfikir kritis
  • Bisa saja mencontek jawaban teman lainnya
  • Mematikan kreatifitas murid
  • Murid tinggal menerima bahan mentah

Sumber : http://hayardin-blog.blogspot.com/2012/03/model-pembelajaran-scramble.html#ixzz1zYYz1qjt
MODEL PEMBELAJARAN NHT

MODEL PEMBELAJARAN NHT

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT | Numbered Heads Together | Kepala Bernomor

Pada postingan yang lalu syacom blog telah berbagi mengenai Model Pembelajaran Jigsaw, pada postingan kali ini saya akan berbagi mengenai Model Pembelajaran NHT.

Model Pembelajaran NHT adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif dimana setiap siswa diberi nomor kemudian di buat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. (Komalasari, 2010)

Model Pembelajaran NHT ( Kepala Bernomor ) dari Spencer Kagan ( 1992 ) mengemukakan langkah-langkah Model Pembelajaran NHT sebagai berikut.

Langkah-langkah Model Pembelajaran NHT 
sebagai berikut :

Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
Kesimpulan

Demikianlah langkah-langkah model pembelajaran NHT . Kelebihan dan kekurangan Model pembelajaran NHT akan saya posting pada pada postingan berikutnya. Semoga bermanfaat...

Daftar Pustaka : Komalasari Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika Aditama



Sumber : http://hayardin-blog.blogspot.com/2012/03/model-pembelajaran-nht.html#ixzz1zYYQL364
MODEL PEMBELAJARAN STAD

MODEL PEMBELAJARAN STAD

Model Pembelajaran kooperatif tipe STAD 


Model pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran yang mengelompokkan siswa secara heterogen, kemudian siswa yang pandai menjelaskan pada anggota lain sampai mengerti. Model pembelajaran ini juga menjadi Andalan penulis ketika masih PPL dulu karena model pembelajaran ini terkesan simpel dan sangat mudah untuk diterapkan.


Student Teams Achievement Divisions ( STAD ) ( Tim Siswa Kelompok Prestasi ) dari Slavin ( 1995 ) mengemukakan langkah-langkah Model Pembelajaran STAD sebagai berikut

Model Pembelajaran STAD

Langkah-langkah Model Pembelajaran STAD adalah sebagai berikut :

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Kesimpulan

Demikianlah langkah-langkah Model pembelajaran STAD, semoga apa yang kugoreskan bisa memberikan setetes manfaat. Amin 


Daftar Pustaka: 
Komalasari Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika Aditama


Sumber : http://hayardin-blog.blogspot.com/2012/03/model-pembelajaran-stad.html#ixzz1zYXphkf9
Model Pembelajaran Kooperatif ( Cooperative Learning )

Model Pembelajaran Kooperatif ( Cooperative Learning )

Model Pembelajaran Kooperatif ( Cooperative Learning )

Model Pembelajaran Kooperatif 


Bern dan Erickson ( 2001 : 5 ) mengemukakan bahwa cooperative learning ( pembelajaran kooperatif ) merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil dimana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan menurut ( Depdiknas, 2003: 5 ) cooperative learning ( pembelajaran kooperatif ) merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.


( Komalasari 2010 ) didalam bukunya mengatakan Model Pembelajaran Kooperatif meliputi antara lain kepala bernomor, skrip kooperatif, tim siswa kelompok prestasi, berpikir berpasangan berbagi, model jigsaw, melempar bola salju, tim TGT, kooperatif terpadu membaca dan menulis,dan dua tinggal dua tamu.

Model Pembelajaran Kooperatif

1. Numbered Heads Together ( Kepala Bernomor ) dari Spancer Kagan ( 1992 )

Langkah-langkah Model Pembelajaran Numbered Heads Together ( Kepala Bernomor ) adalah 
sebagai berikut :

  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan

2. Cooperative Script ( skrip kooperatif ) dari Dansereau CS ( 1985 )

Langkah langkah model pembelajaran Cooperative Script ( skrip kooperatif ) adalah sebagai berikut :

  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
  5. Sementara pendengar :
  6. Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
  7. Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  8. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas. 
  9. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 
  10. Penutup

3. Student Teams Achievement Divisions ( STAD ) ( Tim Siswa Kelompok Prestasi ) dari Slavin ( 1995 )

Langkah-langkah Model Pembelajaran STAD ( Student Teams Achievement Divisions ) adalah sebagai berikut :

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Kesimpulan

4. Think Pair and Share ( Frank Lyman, 1985 )

Langkah-langkah Model Pembelajaran Think Pair and share adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
  5. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
  6. Guru memberi kesimpulan
  7. Penutup

5. Jigsaw ( Model Tim Ahli ) dari Aronson,Blaney, Stephen, Sikes,dan Snapp ( 1978 )

Langkah-langkah Model Pembelajaran jigsaw adalah sebagai berikut :

  1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Penutup 

6. Snowball Throwing ( Melempar Bola Salju )

Langkah langkah model pembelajaran Snowball Throwing adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
  5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
  6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  7. Evaluasi
  8. Penutup

7. Team Games Tournament ( TGT )

Langkah-langkah Model Pembelajaran Team Games Tournament ( TGT ) adalah sebagai berikut :

  1. Mengajar: Guru menyampaikan materi
  2. Belajar kelompok: siswa belajar dengan menggunakan lembar kerja dalam kelompok untuk menguasai materi.
  3. Turnamen: siswa memainkan pertandingan akademik dalam regu yang berkemampuan homogen, masing-masing meja turnamen berisi 3 anggota.
  4. Penghargaan kelompok: skor kelompok dihitung berdasarkan skor anggota kelompok turnamen, dan kelompok baru diakui bila dapat melampaui kriteria minimal.

8. Cooperative Integrated Reading and Composition ( CIRC ) ( Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis ) dari Steven dan Slavin ( 1995 )

Langkah-langkah Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition ( CIRC ) adalah sebagai berikut :

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
  2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
  4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
  5. Guru membuat kesimpulan bersama
  6. Penutup

9.Dua Tinggal Dua Tamu ( Two Stay Two Stray ) Spancer Kagan 1992

Langkah-langkah Model Pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu ( Two Stay Two Stray ) adalah sebagai berikut :

  1. Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa
  2. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing bertamu kedua kelompok yang lain
  3. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka
  4. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain
  5. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka 

Semoga Model pembelajaran kooperatif diatas bisa bermanfaat. Maju terus pendidikan Indonesia.

sumber : Komalasari Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika Aditama
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL ( CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING )

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL ( CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING )

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
( CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING )


Assalamu alaikum wr.wb. 

Alhamdulillah...Akhirnya Postingan saya yang kedua tentang Pendidikan akhirnya selesai juga.Pada postingan yang lalu saya telah menulis mengenai Sistem Pendidikan yang ada dinegara kita.Jika sobat belum membacanya,sobat bisa membacanya lagi Pendidikan di Indonesia

Pada Postingan kali ini saya akan berbagi dengan para pembaca mengenai Pembelajaran Kontekstual. Disamping kesenangan saya menulis, hal lain yang mendorong saya untuk menulis mengenai Pembelajaran Kontekstual ini adalah Tugas Akhir Skripsi saya yang sudah didiepan mata.
Bagi sebagian Mahasiswa ( kayaknya gue masuk juga nich )  Skripsi merupakan tugas yang paling berat dan menjadi momok yang paling menakutkan.Skripsi seakan menjadi beban tersendiri ketika akan menyelesaikan jenjang S1.Sebenarnya saya belum bisa berbagi banyak hal mengenai Skripsi karena ketika tulisan ini saya posting di Blog, saya baru akan mengajukan Judul. 

Bagi yang sementara menyusun Skripsi, Good Luck,sekarang kembali ke permasalahan.Untuk lebih jelasnya mari kita saksikan bersama-sama di TKP
Bagi yang berprofesi sebagai Guru, Pembelajaran Kontekstual mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar karena mungkin dalam keseharian kita dalam mengajar di Sekolah sudah sering menggunakan pembelajaran Kontekstual.Sebelum saya lebih jauh membahas mengenai Pembelajaran kontekstual,ada baiknya kita bersama-sama dulu membahas tentang Belajar dan Pembelajaran.Mengapa saya garis bawahi kedua kata ini karena ketika nantinya kita membahas mengenai Pembelajaran kontekstual, maka kita tidak bisa lepas dari yang namanya belajar dan Pembelajaran

1. Hakikat Belajar
Menurut Gagne ( 1977 ) memberikan definisi belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap, minat, atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis kinerja.
Definisi yang hampir sama juga dikemukakan oleh Sunaryo ( 1989: 1 ) yang mengatakan bahwa belajar adalah suatu kegiatan dimana seseorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan.


2. Hakikat Pembelajaran
Komalasari ( 2010 ) didalam bukunya mengemukakan bahwa pembelajaran adalah suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan di evaluasi secara sistematis agar subjek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.


3. Hakikat Pembelajaran Kontekstual
Berns dan Erickson ( 2001 : 2 ) serta Blanchard ( 2001 : 1 ) mengemukakan bahwa :
Contextual Teaching and Learning is a conception of teaching and learning that helps teacher relate subject matter content to real world situation;and motivates students to make connections between knowledge and its applications to their lives as family member,citizens, and workers and engage in the hard work that learning requires.
Hull’s dan Sounders ( 1966: 3 ) juga menjelaskan
In a Contextual Teaching and Learning ( CTL ), student discover meaningful relationship between abstract ideas and practical applications in a real world context.Student internalize concept through discovery,reinforcement, and interrelationship. CTL creates team,whether in the classroom, lab, worksite, or on the banks of a river.CTL encourages educators to design learning environments that incorporate many forms of experience to achieve the desired outcomes.

Waduuh piye toh maas...,itu artinya diatas apa yaa... Sorry mas brow gue juga ga tau tuh artinya .Kalau mau tau artinya,copy saja teks diatas kemudian buka tab baru mozilla jika Anda menggunakan Mozilla,kemudian ketik google translate atau google terjemahan sama mbah google.Naah bentar keluar itu halaman terjemahan dari google, selanjutnya tinggal paste aja di halaman google translate.
Sementara itu, Ditjen Dikdasmen ( 2003: 10-19 ) menyebutkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu:

Kontruktivisme ( Contructivism ) : Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit-demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas ( sempit ) dan tidak sekonyong-konyong.Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat.Manusia harus mengontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melaui pengalaman nyata.

Menemukan ( Inquiry ) : Pengetahuan dan keterampilanyang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta melainkan hasil dari menemukan sendiri melaui siklus : (1) Obsrvasi (observation ) (2) bertanya ( questioning ) (3) mengajukan dugaan (hipotesis) (4) Pengimpulan data ( data gathering ) , dan penyimpulan ( conclussion )

Bertanya ( questioning ) : Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu bermula dari bertanya.Bagi guru bertanya dipandang sebagai kegiatan untuk mendorong , membimbing,dan menilai berfikir siswa.Bagi siswa bertanya merupakan bagian penting dalam melakukan inquiry, yaitu menggali informasi,mengonfirmasikan apa yang telah diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya.

Masyarakat belajar ( Learning Community ) : Hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain.Guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar
Pemodelan ( modelling ) : Dalam pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu ada model yang bisa ditiru.Guru dapat menjadi model misalnya memberi contoh cara mengerjakan sesuatu.Tetapi guru bukan bukan satu-satunya model,artinya model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, misalnya siswa ditunjuk untuk memberi contoh pada temannya , atau mendatangkan seseorang diluar sekolah, misalnya mendatangkan veteran kemerdekaan di kelas .

Reflrksi ( Reflection ) : Cara berfikir apa yang baru dipelajari atau berfikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan dimasa lalu.Siswa mengendapkan apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru , yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelumnya.

Penilaian yang sebenarnya ( authentic assesment ) : Kemajuan belajar dinilai dari proses ,bukan semata hasil, dan dengan berbagai cara. Penilaian dapat berupa penilaian tertulis ( pencil and paper test ) dan penialaian berdasarkan perbuatan ( performance based assesment ), penugasan ( project ) , atau portofolio ( portfolio )


Disana gunung, disini Gunung, Ditengah-tengahnya Pulau Sulawesi,Penulisnya bingung,pembacanya lebih bingung,yang penting bisa berbagi.

mata saya sudah berat banget nich ditambah jari jari saya yang sudah mengeluh nich dari tadi ,mudah-mudahan sahabat blogger tidak mengantuk membaca goresan saya ini .
Sampai ketemu dipostingan saya selanjutnya.
Assalamu Alaikum wr.wb.

Hormatku.

HAYARDIN


Sumber: http://hayardin-blog.blogspot.com/2012/01/belajar-dan-pembelajaran-kontekstual.html
Model Pembelajaran Pelayanan (Service Learning) tipe Role Playing

Model Pembelajaran Pelayanan (Service Learning) tipe Role Playing

Model Pembelajaran Pelayanan (Service Learning) tipe Role Playing 


Pada postingan yang lalu syacom blog telah berbagi mengenai Model Pembelajaran Group Investigation. Pada postingan kali ini saya akan berbagi mengenai Model Pembelajaran Role Playing 


Model Pembelajaran Role Playing adalah suatu tipe Model pembelajaran Pelayanan (Sercvice Learning). Model pembelajaran ini adalah suatu model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan murid. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan murid dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benada mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal ini bergantung kepada apa yang di perankan (Komalasari: 2010)

Langkah langkah model pembelajaran Role Playing adalah sebagai berikut

  1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
  2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
  3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
  5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
  6. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
  7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
  8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
  9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
  10. Evaluasi
  11. Penutup
Demikianlah langkah-langkah model pembelajaran Role Playing . Kelebihan dan kekurangan Model pembelajaran Role Playing akan saya posting pada pada postingan berikutnya. Semoga bermanfaat...

Daftar pustaka
Komalasari Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika Aditama
Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL)

Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL)


Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL)

Pembelajaran kontekstual adalah terjemahan dari istilah Contextual Teaching Learning (CTL). Katacontextual berasal dari kata contex yang berarti “hubungan, konteks, suasana, atau keadaan”. Dengan demikian contextual diartikan ”yang berhubungan dengan suasana (konteks). SehinggaContextual Teaching Learning (CTL) dapat diartikan sebagi suatu pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu.

Pembelajaran kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi disekelilingnya.

Pengajaran kontekstual sendiri pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat yang diawali dengan dibentuknya Washington State Consortum for Contextualoleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat. Antara tahun 1997 sampai tahun 2001 sudah diselenggarakan tujuh proyek besar yang bertujuan untuk mengembangkan, menguji, serta melihat efektifitas penyelenggaraan pengajaran matematika secara kontekstual. Proyek tersebut melibatkan 11 perguruan tinggi, dan 18 sekolah dengan mengikutsertakan 85 orang guru dan profesor serta 75 orang guru yang sudah diberikan pembekalan sebelumnya.

Penyelenggaraan program ini berhasil dengan sangat baik untuk level perguruan tinggi sehingga hasilnya direkomendasikan untuk segera disebarluaskan pelaksanaannya. Untuk tingkat sekolah, pelaksanaan dari program ini memperlihatkan suatu hasil yang signifikan, yakni meningkatkan ketertarikan siswa untuk belajar, dan meningkatkan partisipasi aktif siswa secara keseluruhan.

Pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional, Departemen Pendidikan Nasional (2002:5) mengemukakan perbedaan antara pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dengan pembelajaran konvensional sebagai berikut:

CTLKonvensional
Pemilihan informasi kebutuhan individu siswa;Pemilihan informasi ditentukan oleh guru;
Cenderung mengintegrasikan  beberapa bidang (disiplin);Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu;
Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa;Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai pada saatnya diperlukan;
Menerapkan penilaian autentik melalui melalui penerapan praktis dalam pemecahan masalah;Penilaian hasil belajar hanya melalui kegiatan akademik berupa ujian/ulang


Karakteristik Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL)

Pembelajaran kontekstual melibatkan tujuh komponen utama dari pembelajaran produktif yaitu : konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modelling), refleksi (Reflection) dan penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment) (Depdiknas, 2003:5).
1. Konstruktivisme (Constructivism)

Setiap individu dapat membuat struktur kognitif atau mental berdasarkan pengalaman mereka maka setiap individu dapat membentuk konsep atau ide baru, ini dikatakan sebagai konstruktivisme (Ateec, 2000). Fungsi guru disini membantu membentuk konsep tersebut melalui metode penemuan (self-discovery), inquiri dan lain sebagainya, siswa berpartisipasi secara aktif dalam membentuk ide baru.

Menurut Piaget pendekatan konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti, yaitu :

1) Mengandung pengalaman nyata (Experience);

2) Adanya interaksi sosial (Social interaction);

3) Terbentuknya kepekaan terhadap lingkungan (Sense making);

4) Lebih memperhatikan pengetahuan awal (Prior Knowledge).

Konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) pendekatan kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas.

Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap diambil atau diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Berdasarkan pada pernyataan tersebut, pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan (Depdiknas, 2003:6).

Sejalan dengan pemikiran Piaget mengenai kontruksi pengetahuan dalam otak. Manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya, seperti kotak-kotak yang masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda. Setiap kotak itu akan diisi oleh pengalaman yang dimaknai berbeda-beda oleh setiap individu. Setiap pengalaman baru akan dihubungkan dengan kotak yang sudah berisi pengalaman lama sehingga dapat dikembangkan. Struktur pengetahuan dalam otak manusia dikembangkan melalui dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi.

2. Bertanya (Questioning)

Bertanya merupakan strategi utama dalam pembelajaran kontekstual. Kegiatan bertanya digunakan oleh guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa sedangkan bagi siswa kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiry. Dalam sebuah pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk :

1) Menggali informasi, baik administratif maupun akademis;

2) Mengecek pengetahuan awal siswa dan pemahaman siswa;

3) Membangkitkan respon kepada siswa;

4) Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa;

5) Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru;

6) Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa;

7) Menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

3. Menemukan (Inquiry)

Menemukan merupakan bagian inti dari pembelajaran berbasis CTL. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri (Depdiknas, 2003). Menemukan atau inkuiri dapat diartikan juga sebagai proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Secara umum proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu :

1) Merumuskan masalah ;

2) Mengajukan hipotesis;

3) Mengumpulkan data;

4) Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan;

5) Membuat kesimpulan.

Melalui proses berpikir yang sistematis, diharapkan siswa memiliki sikap ilmiah, rasional, dan logis untuk pembentukan kreativitas siswa.

4. Masyarakat belajar (Learning Community)

Konsep Learning Community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar itu diperoleh dari sharing antarsiswa, antarkelompok, dan antar yang sudah tahu dengan yang belum tahu tentang suatu materi. Setiap elemen masyarakat dapat juga berperan disini dengan berbagi pengalaman (Depdiknas, 2003).

5. Pemodelan (Modeling)

Pemodelan dalam pembelajaran kontekstual merupakan sebuah keterampilan atau pengetahuan tertentu dan menggunakan model yang bisa ditiru. Model itu bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu atau guru memberi contoh cara mengerjakan sesuau. Dalam arti guru memberi model tentang “bagaimana cara belajar”. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukanlah satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa.

Menurut Bandura dan Walters, tingkah laku siswa baru dikuasai atau dipelajari mula-mula dengan mengamati dan meniru suatu model. Model yang dapat diamati atau ditiru siswa digolongkan menjadi :
Kehidupan yang nyata (real life), misalnya orang tua, guru, atau orang lain.;
Simbolik (symbolic), model yang dipresentasikan secara lisan, tertulis atau dalam bentuk gambar ;
Representasi (representation), model yang dipresentasikan dengan menggunakan alat-alat audiovisual, misalnya televisi dan radio.

6. Refleksi (Reflection)

Refleksi merupakan cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah kita lakukan di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. Struktur pengetahun yang baru ini merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelumnya. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahun yang baru diterima (Depdiknas, 2003).

Pada kegiatan pembelajaran, refleksi dilakukan oleh seorang guru pada akhir pembelajaran. Guru menyisakan waktu sejenak agar siswa dapat melakukan refleksi yang realisasinya dapat berupa :
Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperoleh pada pembelajaran yang baru saja dilakukan.;
Catatan atau jurnal di buku siswa;
Kesan dan saran mengenai pembelajaran yang telah dilakukan.

7. Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment)

Penilaian autentik merupakan proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa agar guru dapat memastikan apakah siswa telah mengalami proses belajar yang benar. Penilaian autentik menekankan pada proses pembelajaran sehingga data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran.

Karakteristik authentic assessment menurut Depdiknas (2003) di antaranya: dilaksanakan selama dan sesudah proses belajar berlangsung, bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif, yang diukur keterampilan dan sikap dalam belajar bukan mengingat fakta, berkesinambungan, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai feedback. Authentic assessment biasanya berupa kegiatan yang dilaporkan, PR, kuis, karya siswa, prestasi atau penampilan siswa, demonstrasi, laporan, jurnal, hasil tes tulis dan karya tulis.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Nurhadi. 2003. Pendekatan Kontekstual. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.