Random Post

Trending Topik

Popular Post

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Recent Post

CONTENT BLOGGER HERE
CONTENT TWITTER HERE
CONTENT FACEBOOK HERE

Comments

Blog Berkah. Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Proposal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proposal. Tampilkan semua postingan
Laporan Hasil Praktek Kerja Industri (Pemasaran)

Laporan Hasil Praktek Kerja Industri (Pemasaran)

Laporan Hasil Praktek Kerja Industri Di PT. MATAHARI PUTRA PRIMA Kudus

BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

PT. Matahari Putra Prima tbk. adalah sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kudus yang menyediakan beraneka jenis kebutuhan hidup manusia seperti makanan, minuman, pakaian dan lain-lain.

PT. Matahari Putra Prima tbk. selalu menyediakan barang-barang yang bagus, bermutu tinggi bagi pelanggannya, tidak lupa juga, disana para pelanggan akan disambut dengan pelayanan yang optimal dari para staf karyawan disana, sehingga para pelanggan disana bisa merasa puas dengan berbelanja disana.



1.2 Tujuan Prakerin

1) Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman di dunia industri serta memperoleh wawasan yang lebih luas dalam dunia industri

2) Untuk dapat bekerja secara mandiri dan berlatih menyesuaikan diri dengan suatu usaha

3) Memberikan pengalaman kerja nyata di industri

4) Menambah wawasan siswa dan dapat membandingkan antara teori dan praktek kerja di lapangan.



1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup kerja yang dilaksanakan di FOOD MART KUDUS adalah analis terhadap aktifitas mengenai aspek teknologi pangan pada proses pensortiran, penimbangan hingga pemasaran di FOOD MART KUDUS. Proses pensortiran ini termasuk didalamnya adalah penyiapan bahanbaku, penimbangan bahan dan pemasaran.



1.4 Sasaran

1) Menerapkan sistem dan prosedur kerja keselamatan dan kesehatan
Melakukan pekerjaan dengan aman
Mengikuti prosedur kerja dengan baik





2) Menerapkan program dan prosedur kerja
Menerapkan program keamanan pangan
Berpartisipasi menjaga keamanan pangan



1.5 Target

1) Mengutamakan kenyamanan pelanggan

2) Mengikuti prosedur kerja yang baik

3) Mengendalikan bahaya K-3

4) Mengutamakan peningkatann mutu dan kebersihan



1.6 Tempat dan Waktu

Semua ruang lingkup yang akan dilaksanakan :

Waktu pelaksanaan : 1 Mei – 30 Agustus

Tempat pelaksanaan : FOOD MART KUDUS

Alamat : Jalan Lukmono Hadi

Waktu : Sesuai shift



1.7 Manfaat

1) Bersakap disiplin dan penuh tanggung jawab dalam mencap[ai ataupun meraih sesuai tujuan, keberhasilan ataupun kesuksesan

2) Mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas tentang industri terutama FOOD MART KUDUS





BAB II

TINJAUAN UMUM



2.1 Sejarah Perusahaan

PT. MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk. adalah sebuah perusahaan ribel diIndonesiayang merupakan pemilik dari jaringan supermarket Hypermart. Per kuartal pertama tahun 2008, Matahri Putra Prima sudah mempunyai 79 department store, 38 hypermarket, 31 supermarket, 46 outlet farmasi dan lebih dari 88 hiburan keluarga di lebih dari 50 kota di Indonesia. Industri toko tersebut didirikan pada tahun 1958 dengan toko pertamanya yang terletak di Pasar Baru,Jakarta. Tokoh penting dalam berdirinya PT. Matahari Putra Prima adalah Benjamin J. Mailool. Kantor pusatnya berada diJakartadengan jenis industrinya adalah toko swalayan. Pada tahun 1972 adalah adanya Pioneer of Department Store Concept in Indonesia, selang dalam waktu 8 tahun yaitu pada tahun 1980 membuka toko pertama outside Jakarta – Sinar Matahari Bogor.

Pada tahun 1988 Core Business Expansion to Supermarket operasi, dilanjutkan pada tahun 1992 yaitu dengan adanya IPO at Jakarta Stock Exchange at Surabaya Stock. Kemudian pada tahun 2000 diadakan Launching of Matahari Club Card (MCC), MCC adalah kartu yang dibuat untuk customer untuk bisa mendapatkan diskon-diskon yang hanya didapatkan jika mempunyai kartu MCC. Di PT Matahari Putra Prima juga ada produksi bakery yaitu “ Baker’s Deligh Fresh Oven”, pada setiap hypermart dan foodmart yang merupakan cabang dari PT. Matahari Putra Prima ada produksi bakery yang langsung di display ke counter bakery setelah semua tahap-tahapannya selesai. PT, Matahari Putra Prima sudah tersebar diIndonesiadengan mempunyai cabang-cabang diantaranya yaitu Department Store, Hypermarket, Supermarket, outlet Farmasi dan Hiburan Keluarga.



2.1 Struktur Organisasi PT. Matahari Putra Prima Tbk.





2.3 Tujuan Perusahaan

Sebagai perusahaan FOOD MART KUDUS mempunyai tujuan diantaranya meningkatkan kuaqlitas produk dan mempertahankan minat konsumen.



2.4 Ketenagakerjaan

Kegiatan di FOODMART KUDUS dilakukan secara bershift oleh karyawan atau pekerja. Secara bershift dilakukan supaya toko tetap buka sampai malam. Pekerja adalah orang yang terkait hubungan kerja dengan pihak manajemen dan menerima upah (gaji) dari perusahaan. Hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja diatur oleh peraturan perusahaan.

Mengenai gaji karyawan biasanya dilakukan perbulan dan gajinya dibedakan sesuai jabatan atau kelompok. Di Foodmart, karyawan dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya adalah : karyawan Fresh, Bakery, Food, Cassa/Kasir. Pembayaran gaji karyawan dibayar 1 bulan sekali.




BAB III

TINJAUAN KHUSUS



3.1 Penerimaan Bahan baku

Penerimaan bahanbakupada Foodmart kebanyakan diperoleh dari supplier yang telah dipercaya oleh Foodmart. Supplier mengirimkan bahan yang dipesan oleh perusahaan sesuai jumlah yang ditentukan. Biasanya pengiriman bahan dilakukan 1 minggu sekali. Penyiapan bahanbakutoko sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran proses produksi, dalam proses penyiapan bahanbakutidak memerlukan rangkaian produksi yang rumit, seperti kalau ada barang masuk pertama itu harus keluar pertama, sehingga kualitas barang tertap terjaga.




3.2 Jenis Produk

Jenis produk yang ada di counter Fresh meliputi buah-buahan saja. Buah-buahan yang dijual di counter Fresh Foodmart Kudus banyak sekali jenisnya dan berbeda-beda juga jenis dan namanya., sehingga penanganannya pun dilakukan secara berbeda karena jenis buahnya memiliki karakteristik yang berbeda.
Penggolongan Buah

Penggolongan buah dilakukan untuk mempermudah konsumen untuk mengetahui harga dan rasa dari buah tersebut.



3.3 Pengemasan

Tahap pengemasan di Fresh ditentukan pada kualitas bahannya. Misal pada buah-buahan :

Pada buah-buahan yang masih segar biasanya tidak di wrapping atau dikemas melainkan dibiarkan saja, dan buah yang diwrapping adalah buah yang sudah cacat atau sedikit busuk, biasanya buah yang busuk itu dibuang busuknya dan dijadikan rujak. Buah yang diwrapping karena cacat tadi didiskon 50% – 90% tergantung tingkat kerusakannya.




3.4 Pelayanan

Servis atau pelayanan yang baik merupakan hal yang penting untuk meningkatkan penjualan dan memberikan kesan yang terbaik dan nyaman bagi masyarakat. Jika pelayanan buruk, dapat mempengaruhi omset penjualan sehingga memberikan pelayanan diusahakan sebaik mungkin sehingga konsumen terpuaskan.



3.5 Sanitasi

Sanitasi adalah usaha yang dilakukan untuk mengubah secara langsung atau tidak langsung terhadap pengaruh lingkungan yang buruk bagi kesehatan manusia dan lingkunagn menjadi bersih.

Sanitasi yang dilakukann di Foodmart sudah memenuhi standar persyaratan dan sanitasi ini bertujuan untuk melindungi bahan-bahan. Sehingga tidak mudah kotor, dan untuk mengihndari bahaya terhadap konsumen.



3.6 Limbah

Limbah adalah sisa suatu hasil pengolahan dari suatu industri atau rumah tangga. Limbah yang dihasilkan oleh Foodmart berupa limbah cair dan padat. Limbah cair yang dihasilkan yaitu bekas pencucian alat-alat pengolahan, air bekas pembersih lantai. Sedangkan limbah padat yang dihasilkan adalah sisa-sisa sayuran, buah-buahan yang sudah tidak bisa dikonsumsi, tidak layak pakai dan yang busuk.

Di counter Fresh Foodmart kudus kebanyakan berupa limbah padat yaitu dari limbah buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah jelek. Limbah tersebut disortir kembali jika ada yang masih bisa dipakai akan diwrapping dan yang sudah busuk atau tidak layak dikonsumsi dikosongkan. Dan limbah cair biasanya berupa jus botol dan susu yang sudah kadaluwarsa (sudah habis tanggal masa berlakunya) itu dibuang, sehingga tidak membahayakan konsumen.



3.7 Penanganan Bahan kadaluarsa

Di Foodmart setiap ada barang masuk selalu dilakukan pengecekan, setelah itu barang ditata dengan rapi, barang yang lama ditata atau diletakkan diatas sedangkan yang baru diletakkan dibawah.

Di Foodmart mempunyai sistem barang yang masuk pertama harus diambil pertama, sehingga barang yang kadaluarsa langsung dikumpulkan menjadi satu dan langsung dibuang.



3.8 Penggunaan, Pengoperasian dan Perawatan Alat

3.8.1 Timbangan

Kegunaan : Untuk menimbang buah, sayur dan lain-lain. Timbangan memiliki tingkat maksimal sendiri. Maksimal dalam penggunaan timbangan tidak boleh lebih dari 6 kg.

3.8.2 Ice Maker

Kegunaan : Alat ini digunakan untuk membuat gumpalan es. Esnya biasa untuk ikan. Dalam penjualan ikan harus menggunakan es, ses hanya untuk tempat ikan, supaya ikan terlihat segar, dan es juga berfungsi untuk pencampuran air dalam pencucian buah yang cacat atau buah yang akan diwrapping untuk didiskon.

3.8.3 Pisau

Kegunaan : Untuk memotong buah potong, seperti buah semangka, buah melon dan buah pepaya. Pisau juga digunakan untuk memotong buah yang sudah busuk.

3.8.4 Wrapping

Kegunaan : Alat ini digunakan untuk mewrapping sayur, buah potong, buah diskon maupun buah yang tidak didiskon, ikan, telur dan dalam memberi plastik pada parcel juga memerlukan alat ini.



3.9 Penugasan Prakerin

3.9.1 Mengenal dunia Industri

Penulis harus mengenal terlebih dahulu kegiatan dan tugas-tugas yang dilakukan di industri tersebut. Sehingga penulis dapat lebih bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja dan pekerjaannya.

3.9.2 Sortasi Buah

Dalam menyortasi buah dilakukan setiap hari, buah yang tidak sesuai dengan kriteria harus diambil dan dibuang. Bila ada buah yang cacat sedikit akan didiskon 50-75% tergantung tingkat kerusakannya

3.9.3 Wrapping

Erapping dilakukan setiap hari pada buah yang akan didiskon, diwrapping supaya kuman-kuman tidak masuk ke dalam buah tersebut.

3.9.4 Menimbang

Menimbang dilakukan pada saat akan memberi label harga pada buah tersebut dan konsumen yang akan membelinya. Timbangan tersebut akan mengeluarkan label harga pada saat buah diletakkan di timbangan.

3.9.5 Melayani Konsumen

Dalam melayani konsumen harus mengendalikan diri dan bersikap baik. Biasanya ada konsumen yang tidak suka dengan barang yang kita jual dan mereka komplain, itu harus digunakan pengendalian diri dan tidak mudah emosi dalam memberi pelayanan kepada konsumen. Supaya konsumen tetap membeli produk-produk di toko.






BAB IV

PENUTUP





4.1 Kesimpulan

Prakerin ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam kehidupan saya, karena tanpa adanya prakerin tentu saya tidak akan tahu lebih detail mengenai dunia kerja yang sebenarnya. Dan dengan adanya prakerin ini maka saya lebih tahu banyak hal terutama mengenai penjualan, sortasi dan pengwrappingan dalam buah. Dan dengan mengikuti prakerin saya lebih bisa untuk mendalami tentang dunia industri, proses industri, kedisiplinan dan tanggung jawab dengan pekerjaan. Serta saya bisa mendapatkan teman yang banyak disini, sehingga bisa saling tukar menukat pikiran dengan teman-teman prakerin dari sekolah lain danb senior di tempat prakerin.



4.2 Saran
Ruangan kerja atau ruang proses kurang lebar karena di dalam terdapat barang-barang yang memakan cukup banyak ruangan.
Barang-barang seperti label dan tre harus diberikan ruangna tersendiri.





DAFTAR PUSTAKA



Astawan Mita Wahyuni dan Astawan Made. 1998. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat Guna . Jakarta : Cv Akademika Pressindo

Haryanto Makmoer. 2003. Roti Manis dan Donat .Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Mudjajanto Eddy Setyo dan Lilik Noor Yulianti. 2004. Membuat Aneka Roti. Jakarta enebar Swadaya

Sondakh Masye Manaffe,dkk. 1997. Pengolahan Kue dan Roti .Bandung: Angkasa

U.S Wheat Associates. 1983. Pedoman Pembuatan Kue dan Roti.Jakarta: Djambatan
Contoh Laporan Praktek Kerja Industri (PKL Industri)

Contoh Laporan Praktek Kerja Industri (PKL Industri)

Contoh Laporan Praktek Kerja Industri (PKL Industri). Khusus mengenai Contoh Laporan Praktek Kerja Industri (PKL Industri) sebenarnya ada beberapa pilihan industri yang bisa dipilih, namun kali ini pada Contoh Laporan Praktek Kerja Industri (PKL Industri) ini kami mengambil contoh dari industri perhotelan, khususnya pada sekola SMK jurusan Perhotelan. Seperti halnya pada artikel contoh Laporan Praktek Kerja Lapangan sebelumnya, kami juga mengingatkan bahwa contoh laporan praktek kerja industri ini hanya contoh dan anda bisa menyesuaikannya pada laporan praktek kerja yang sedang anda buat dengan menyesuaikan industri apa yang anda pilih serta dengan mengikuti bentuk susunan laporan praktek kerja industri di bawah.

Contoh Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Jurusan perhotelan SMK YAPARI AKTRIPA BANDUNG

BAB I
pendahuluan

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Praktek kerja lapangan merupakan salah satu kurikulum yang harus ditempuh oleh Siswa Smk Yapari Aktripa Bandung. Selain untuk memenuhi kewajiban Akademik, diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan penghubung antara dunia indusri dengan dunia pendidikan serta dapat menambah pengetahuan tentang dunia industri sehingga siswa-siswi mampu mengatasi persaingan di dunia kerja.

Mengingat mutu pendidikan telah menjadi sorotan di mata dunia pendidikan baik dari dalam maupun luar negeri demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu membuat dunia menjadi lebih maju dan menjadikannya kehidupan yang lebih baik. Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kegiatan mahasiswa dimasyarakat diperlukan adanya suatu kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan mendidik mahasiswa, diantaranya kegiatan yang sangat membangun mahasiswa diadakannya Praktek Kerja Lapangan (PKL). 

Praktek kerja lapangan merupakan suatu kegiatan kerja siswa-siswi yang ditempatkan pada suatu tempat yang berkaiatan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya dalam waktu tertentu. Selain itu, praktek kerja lapangan yang dilakukan dapat membantu siswa-siswi agar lebih memahami bidang studi yang di tekuninya dan mendapatkan gambaran nyata pengimplementasian ilmunya di dunia nyata. Siswa-siswi akan belajar mengatasi kesenjangan antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan permasalahan di lapangan sebenarnya, yang memerlukan teknologi informasi untuk mendapatkan jalan keluarnya.

Dengan adanya hubungan kerja sama dari pihak VUE PALACE Hotel Bandung selaku penyedia sarana dan prasaran, yang telah mengizinkan atau memperolehkan Siswa untuk melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Vue Palace Hotel Bandung.



1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Adapun tujuan dari praktek kerja lapangan sebagai berikut:
Sebagai salah satu Syarat akademik yang ditentukan sekolah sebagai syarat kelengkapan menyelesaikan Praktek Kerja Nyata di SMK YAPARI AKTRIPA Bandung.
Menambah/memberikan keterampilan selama Praktek Kerja.
Menambah wawasan dan pengetahuan siswa-siswi tentang dunia kerja dan hubunganya dengan dunia pendidikan/akademik sehingga nantinya dapat bermanfaat ketika siswa-siswi memasuki dunia kerja.
Untuk mengetahui sejauh mana kompetensi kami di dunia kerja.
Memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk mengetahui segala aktivitas dan oprasional pada hotel Vue Palace.
1.3 Manfaat Praktek Kerja Lapangan (PKL)

a. Manfaat bagi Mahasiswa
Dengan mengikuti praktek kerja lapangan, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Hard Skill dan soft skillnya.
Mampu melihat hubungan antara dunia kerja dan dunia pendidikan.
Mampu menggunakan pengalaman kerjanya untuk mendapatkan kesempatan kerja yang diinginkan setelah menyelesaikan kuliahnya.
Dan juga sebagai pengalaman kerja awal buat mahasiswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja yang nyata dan wadah untuk menjalin kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan dengan pihak instansi yang terkait.

b. Manfaat bagi Akademik
Dengan pelaksanaan praktek kerja lapangan, sekolah mampu meningkatkan hubungan kemitrian dengan perusahaan.
Mampu mengembangkan program kemitraan lainnya, seperti pertukaran pakar.
Mempu merelevansikan kurikulum mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.

c. Manfaat bagi Perusahaan
Dengan pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL), diharapkan perusahaan mampu meningkatkan hubungan kemitraan dengan sekolah.
mampu melihat kemampuan potensial yanng dimiliki siswa-siswi peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL), sehingga akan lebih mudah untuk perencanaan peningkatan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).
Dan sebagai wadah penyerapan karyawan atau tenaga kerja.
1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Waktu pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan yang dilaksanakan penulis (hasan), yaitu tanggal 01 Agustus 2011 sampai dengan 05 januari 2012 , bertempat di VUE PALACE Hotel Bandung.


BAB II
TINJAUAN UMUM VUE PALACE HOTEL Bandung

2.1 Info Singkat Vue Palace

Vue Palace Hotel , hadir sebagai salah satu sarana pendukung pariwisata yang siap memberikan tempat peristirahatan terbaik dan service terbaik bagi wisatawan manca negara dan wisatawan domestik yang berkunjung ke Bandung . Sungguh sangat disayangkan bila Kita berkunjung ke Bandung tanpa menyempatkan diri untuk melepas kelelahan di Hotel Vue Palace Hotel . “Kami Keluarga Besar Vue Palace Hotel sangat berbangga bisa memberikan Pelayan yang terbaik kepada tamu-tamu terhormat kami.” (Hasan)

2.3 Lokasi

Vue Palace Hotel Bandung Bertempat di Jalan Otto Iskandardinata Bandung 40115, Telp. (0)22 4266288


2.4 Perincian kamar dan fasilitas Hotel

Room Facilities
Setiap Kamar dilengkapi dengan air panas Dan dingin, Flat TV 21 inc, lantai Marmer dan karpet, kamar mandi shower dengan air panas dan dingin 24 jam, telpon, dengan disuguhi pemandangan indah Gedung Gubernur Bandung.DLL

Meeting Room 
“ Ruang seminar dengan kapasitas 70 orang dan 40 orang DLL

Looby 
“Looby dengan interior yang Indah dan Menarik”.

Restaurant 
“ Restaurant yang elegan, sarapan dengan menu Indonesia and Eropa juga menyediakan makan siang dan makan malam dengan resep rahasia dari koki yang profesional dengan cita rasa yang fantastic .

Other Fasilities 
Taxi Service, Loundry Service, Parking Area, Bar , Swimming pool , Sauna , Fitnes Center , Restaurant, Dinning Room, DLL

Room Tipe :
Suit 
Standar
Super Deluxe 
Deluxe


BAB III
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DAN PEMBAHASAN
3.1 Deskripsi Lingkup Kerja Praktek Kerja Lapangan 


Di dalam pelaksanaan PKL penulis (Penulis) melaksanakan kerja lapangan selama Kurang lebih 5 bulan Di Departemen House Keeping (Room Section& Public Area Section) Dalam masa pengenalan kerja kurang lebih satu minggu, sebelumnya penulis (hasan) mendapatkan pelatihan dan diberikan petunjuk penggunaan metode kerja yang benar sesuai standard opersionan procedure yang berlaku di Vue palace Hotel Bandung.

Kemudian untuk dua minggu pertama penulis melaksanakan pekerjaan dengan menjasi helper atau ikut dengan senior dan setelah dua minggu penulis dipercayakan untuk mengerjakan pekerjaan sendiri pada bagian Public Area Section.

3.2 Kegiatan Operasional

Pelaksanaan operasional Room Attendent & Public Are Housekeeping Departement di Vue Palace Hotel terbagi atas dua shift yaitu:
Morning shift : 07:00-15:00
Afternoon shift : 15:00-23:00

Jam kerja di Hotel Vue Palace memberikan 1 hari libur dan 5 hari kerja . Kemudian apabila bekerja melebihi jam kerja yaitu lebih dari 8 jam diberikan bayaran lembur


3.3 Tugas dan tanggung Jawab

Room attendant

Morning shift 
15 menit sebelum harus sudah siap di Housekeeping office untuk tanda tangan di present list 
mengambil Housekeeping Task Sheet 
Briefing 
memeriksa pembagian tugas dan kamar-kamar yang handle with care di Housekeeping Task Sheet 
mengambil master key A 
Packing Trolley Mulai bekerja membersihka kamar tamu sesuai standar yang telah ditentukan.

Afternoon shift 
15 menit sebelum harus sudah siap di Housekeeping office untuk tanda tangan di Present List 
Membantu membersihkan sisa kamar sebanyak 5 kamar yang belum dibersihkan oleh Morning Shift. 
Pada jam 18.00 Briefing 
Memeriksa pembagian tugas dan kamar-kamar VIP yang handle with careMengambil master key B Mulai bekerja mempersiapkan kamar tamu pada malam hari atau Turn down service

Public Area
Morning Shift & Afternoon Shift
• 15 menit sebelum harus sudah siap di Housekeeping office untuk tanda tangan di present list Dan langsung bekerja Sesuai standar Hotel

3.4 Permasalahan Yang Ditemukan

Selama penulis (hasan) melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Vue Palace Hotel Bandung, permasalahan yang ditemukan cukup banyak, dapat ditinjau dari aspek organisasi, aspek personalia, aspek operasioanal.

Aspek Organisasi
Jika ditinjau dari aspek organisasi, hambatan yang dialamu penulis
(hasan)selama melaksanakan PKL yaitu masih kurangnya kerjasama antara satu departemen dengan departemen lainnya maupun antara satu section dengan section lainnya, yang sering menyebabkan terjadinya kesalahan dalam operasional.

Aspek Personalia
Kurangnya jumlah karyawan, yang kadag-kadang pada saat tingkat hunian atau occupancy tinggi terpaksa harus mengandalkan para trainee untuk bekerja lembur atau kerja separuh waktu di seluruh section baik di Housekeepinh maupun di Service. Kurang harmonisnya hubungan didalam organisasi Housekeeping yang selalu atasan menekan bawahan sehingga banyak bawahan yang Tertekan.

Aspek Operasional
Perlatan yang digunakan sering terjadi rusak yang menyebabkan operasional terganggu. Dan juga lambatnya penanganan dari enginering bila ada peralatan yang rusak dirasakan sangat menghambat operasioanal, sering terjadi kekurangan guest supplies, amentities dan cleaning suplies dalam operasional Housekeeping dikarenakan penghematan biaya dalam pengadaan barang tersebut sehingga tidak sesuai antara pembelian dengan pemakaian. Sering terjadi keterlambatan dalam pengadaan linen dikarenakan terlambatnya distribusi linen dari laundry oleh linen boy, dan banyaknya karyawan lain yang memikirkan diri sendiri .

3.5 Keberhasilan Yang dialami

Keberhasilan yang dialami penulis (hasan)merupakan pengalaman yang sangat berharga selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Vue Palace Hotel antara lain :
Penulis dapat menerapkan ilmu yang didapat dari Sekolah untuk operasional di hotel sekaligus mengembangkannya.
Penulis dapat lebih memahami dunia kerja nyata yang sebenarnya
Penulis dapat mengetahui bagaimana cara membina hubungan baik antara sesama rekan kerja dengan profesional
Penulis telah mampu untuk merasa percaya diri dalam melaksanakan semua tugas-tugas yang didelegasikan
Penulis mendapat berbagai ilmu yang tidak penulis dapatkan di sekolah
Minimalnya jumlah karyawan membuat Penulis (hasan) mempunyai tanggung jwab untuk melaksanakan operasional secara sendiri
Penulis dapat lebih tenang dalam memecahkan suatau permasalahan.
Semua keberhasilan yang telah didapat penulis akan sangat bermanfaat bagi penulis nanti diterapkan di kampus dan persiapan dalam menghadapi dunia industri kelak.


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Selama empat bulan penullis (hasan) melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Vue Palace Hotel banyak hal baru yang penulis dapatkan, baik itu dari segi wawasan ataupun keterampilan kerja, adapun beberapa kesimpulan yang dapat penulis tarik dari laporan ini adalah :
Kegiatan Praktek Kerja Industri sangatlah penting untuk mempersiapkan Siswa-siswi akan menjadi calon profesional di bidangnya.
Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan, penulis(hasan) banyak mendapatkan ilmu serta wawasan yang baru dalam hal operasional, selain itu juga penulis mengalami kemajuan yang pesat dalam hal kedisiplinan.
Tuntutan dunia industri terhadap calon tenaga kerja ataupun siswa yang melakukan program Praktek Kerja Lapangan cukup tinggi baik dari segi skill , knowledge ataupun attitude.
Untuk operasional Housekeeping dan Food and Beverage service Vue palace memiliki standar yang cukup baik dilihat dari digunakannya standar operasional procedure dan standar job description oleh seluruh staff.
Ilmu yang penulis(hasan) pelajari di sekolah sangatlah berguna dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan
Semua section saling bekerja sama menghadapi event-event tertentu.
Mengingat sedikitnyajumlah staff setiap dapartment membuat para siswa training memiliki peranan yang sangat penting.
4.2 Saran

Adapun beberapa saran yang dapat penulis sampaikan untuk pihak manajemen Vue Palace HotelDan SMK YAPARI AKTRIPA Bandung barangkali dapat berguna, adalah :
Sebaiknya pihak hotel bersikap lebih bijak dengan menambah jumlah tenaga kerja, agar tidak mengganggu jalannya operasional sehari-hari dan tercapainya kinerja hasilproduk yang lebih maksimal
Alangkah baiknya jam kerja disosialisasikan dengan benar, sehingga tidak terjadi overtime, seolah-olah menajemen hotel memanfaatkan para training para training dalam jalannya operasional pekerjaanSMK YAPARI AKTRIPA BANDUNG harus lebih meningkatkan disiplin semua siswa, mengingat tuntutan dunia industri yang lebih kompeten dewasa ini. 
SMK YAPARI AKTRIPA BANDUNG harus dapat meningkatkan skill dan knowledge siswanya, mengingat persaingan yang semakin ketat dengan melengkapi sarana praktek yang lengkap dan berorientasi dengan perkembangan zaman.


Demikian pembahasan Contoh Laporan Praktek Kerja Industri (PKL Industri) yang bisa kami sajikan buat anda, jika ada pertanyaan seputar Contoh Laporan Praktek Kerja Industri (PKL Industri) silahkan berikan komentar di bawah.
Contoh LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

Contoh LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

Buat Teman-Teman yang sedang melaksanakan PKL,, disini teman-teman bisa dengan mudah membuat LAPORAN KEGIATAN PKL,,, ya tinggal liat aja di bawah.

Semoga Bermanfaat.


KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil pelaksanaan praktek kerja industri (PRAKERIN).
Penyusunan laporan praktek kerja industri ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun diklat 2007/2008 dan laporan ini juga sebagai bukti bahwa saya (penulis) telah melaksanakan dan menyelasaikan praktek kerja industri di PT. COLUMBINDO PERDANA .
laporan ini dapat terbuat dan di selesaikan dengan adanya bantuan dari pihak pembimbing materi maupun teknis, oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Retno Harjanti, selaku pembimbing dari sekolah
2. Ibu Lely SP, selaku pembimbing dari instansi atau industri
3. Ibu Dra.HJ.Nuryati, S. Pd. selaku kepala SMK Muhammdiyah 1
4. Dan kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan laporan ini sehingga selesai dengan baik.

iii

DAFTAR ISIiv

HALAMAN JUDUL…………………………………………………i
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………….……ii
KATA PENGANTAR…………………….…………………………iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………
BAB I : Pendahuluan
Latar Belakang…………………….………..1
Dasar Penulisan ………………….…….……2
Maksud dan Tujuan ……………….…………3

BAB II : Gambaran Umum Perusahaan/ Instansi
Tinjauan perusahaan………………….……….4
Sejarah Perusahaan ………………….………5
Misi dan Visi Perusahaan……….……….…..9
Struktur Organisasi ..………………………..10

7. BAB III : Laporan Kegiatan
Pelaksanaan Kegiatan…………………….…11
Hasil Kegiatan……………………………..….12

8. BAB IV : Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dan Saran………………………..13

9. BAB V : Penutup

iv

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Dasar Penulisan

C. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan laporan ini dibuat agar saya (penulis) dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) yang insya Allah dengan baik tanpa kurang satu syarat pun dalam pelaksanaan tersebut, dan sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan Pratek Kerja Industri (PRAKERIN) tanpa membuat kesalahan besar.

3

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN/ INSTANSI

A. TINJAUAN PERUSAHAAN
Columbia secara resmi berdiri pada tanggal 28 februari 1982 didirikan oleh sebuah keluarga yang sudah menekuni dunia bisnis sejak satu abad yang lalu, dan sudah memiliki pengalaman panjang dalam bisnis elektronik. Sejak tahun 1950 keluarga ini telah menjadi importer produk Philips dengan nama “Rasie Elektronik” di medan dan “Palapa Elektronik” di Jakarta sebagai distributor untuk seluruh Indonesia. Sejak produk Jepang memasuki pasar Indonesia pada tahun 70-an keluarga pediri ini segera meraih peluang untuk menjadi penyalur produk-produk Jepang yang terkemuka seperti Sanyo, Hitachi, Toshiba, National, Mitsubishi dan Pioneer. Para pendiri melihat bahwa di masa depan permintaan masyarakat akan barang-barang elektronik akan terus meningkat, tetapi di sisi lain daya beli masyarakat masih rendah. Dengan kenyataan ini justru di lihat sebagai potensi pasar terbesar yang harus segera di garap dan di olah. Beranjak dari latar belakang pemikiran inilah akhirnya Palapa Electronic merubah strategi pemasarannya dengan melancarkan penjualan dengan system CASH & CREDIT unutuk meraih pangsa pasar golongan menengah kebawah dengan nama PT. COLUMBIA DHARMA PERTIWI (kemudian berganti nama menjadi PT. COLUMBINDO PERDANA).

B. SEJARAH PERUSAHAAN
Pada tahun pertama beroperasi, Columbia melaksanakan aktivitasnya dari sebuah gedung kecil diatas tanah seluas 75 m2 yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk 111. Dari gedung bersejarah inilah para pendiri menyusun dan merancang strategi-strategi pengembangan jangka pendek sampai dengan jangka panjang. Pada gebrakan tahun pertama ini tanggapan dari masyarakat begitu luar biasa. Namun pada tahun pertama, kegiatan perusahaan membutuhkan pengorbanan penuh, tidak saja dalam bentuk materi tetapi juga tenaga, pikiran dan waktu untuk memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumen.
Melimpahnya order permohonan kredit mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan mutu kerja. Sedikit demi sedikit manajemen, administrasi dan strategi perusahaan mulai dibenahi, terutama dibidang pemasaran. Tenaga-tenaga operasional dididik dan dilatih baik keterampilan, pengetahuan maupun moral / mental.
Keahlian kerja ditingkatan menuju efektivitas dan efisien. Upaya ini tidak sia-sia terbukti dari adanya peningkatan omzet dari waktu ke waktu. Tahun 1983 Columbia mulai ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan tercatat sebagai pelopor perusahaan kredit yang ikut serta dalam kegiatan pameran tersebut. Orderan kian membengkak, bahkan kosumen rela untuk antri dalam pengajuan kredit maupun pembayaran angsuran. Selain itu pada tanggal 13 September 2006 kemarin “Beat Compotition, Lead The Market” yang menampilkan prestasi dari para pemenang Marketing Award (MA) 2006 dan PT. Columbindo Perdana menyandang gelar “Special Award”.

Menyadari bidang bisnis ini sebagai lahan baru yang demikian cerah, maka bermunculan pula perusahaan sejenis sebagai competitor Columbia. Hal ini sepenuhnya disadari Columbia untuk berjuang dan mempertahankan aksistensinya dengan pengembangan nilai-nilai bisnis baik budaya korporat yang baik maupun system pelayanan yang memuaskan. Selanjutnya Columbia melebarkan sayap pelayanannya diluar kota Jakarta. Pada bulan Oktober 1983, diresmikan cabang pertama yang berlokasi di Jl. Nur Said, Bandung. Gebrakan pertama ini ternyata membawa peningkatan. Peningkatan dan pengembangan terus dilakukan hingga pada akhir tahun 1987 tercatat Columbia telah memiliki 2 (dua) cabang di DKI Jakarta dan 8 (delapan) cabang diluar Jakarta. Seperti layaknya orang tua, kantor pusat tak henti-hentinya memperhatikan dan mengajari cara berjalan yang benar. Hal ini dimaksudkan agar jangan menyimpang dari visi dan misi perusahaan. Meski seluruh cabang diberikan porsi yang sama tidak semua cabang tumbuh sama suburnya. Hingga saat ini Columbia telah tersebar di 210 kota pada 22 propinsi di Indonesia.
Berbagai program-program pendidikan dan pengembangan karier setiap karyawan secara terus menerus dilakukan. Pertemuan bulanan misalnya, perusahaan mewajibkan kepada seluruh karyawan mulai dari Office Boy sampai Direksi untuk menghadiri program ini. Tidak hanya sebatas pertemuan bulanan, setiap bagian dianjurkan jadwal pendidikan sendiri, khuhus untuk unit departemennya masing-masing yang dikoordinasi dengan Divisi pelatihan, sehingga dengan demikian seluruh karyawan dalam bagiannya dapat menambah bekal pengetahuannya sekaligus lebih menjiwai posisi jabatannya.

Semakin tinggi persaingan pasar mendorong perusahaan untuk kian mawas diri. Kesadaran untuk mengingkatkan mutu dan ifisiensi kerja berkembang. Tahun-tahun pertama perusahaan terpaksa mempraktekkan system management By authority di mana jalur keputusan seluruhnya di ambil dan di awasi langsung oleh Top Managemant. Hal ini di kaitkan dengan karyawan yang tidak sepenuhnya berpengalaman.
Kebijakan-kebijakan Direksi di Bidang Personalia tidak memberikan batasan prioritas bagi karyawan tertentu. Semua penilaian berdasarkan obyektivitas perusahaan tanpa melihat apakah karyawan dekat dengan Direksi ataupun karyawan lama. Sama sekali tak berlaku prinsip anak emas untuk mencegah timbulnya suasana kerja yang tidak sehat. Kepercayaan yang diberikan secara obyektif kepada karyawan diperkuat dengan adanya pengembangan sumber daya manusia dalam bentuk program pendidikan dan perusahaan.
Program pendidikan ini berpengaruh terhadap perkembangan karier setiap karyawan yang ingin meraih jenjang karier yang lebih tinggi. Pertemuan bulanan misalnya, yang melaksanakan dari, oleh dan untuk karyawan. Tidak satu dua kali pula didatangkan penceramah / yang akan memberikan motivasi dari luar untuk membawakan materi yang jauh lebih tinggi mutu dan ruang lingkupnya. Kualitas karyawan yang terus ditambah dan ditingkatkan menjadi pondasi bagi masa depan perusahaan.
Untuk menunjang pentingnya peranan membaca, Direksi tidak segan-segan memberikan contoh membaca yang patut di acungi jempol. Meski kendala waktu merupakan problema bagi seorang Direksi yang sibuk, namun Leo Chandra tak pernah lupa menyisihkan waktu untuk membaca bahkan dilakoni sampai pukul 02.00 pagi.

Tidak hanya di rumah, di mobilpun tersedia lampu baca. Dengan demikian di harapkan dapat memacu gairah membaca karyawan.
Karena lewat bacaanlah kita dapat menggali pengetahuan lebih. Fasilitas yang di sediakan perusahaan berupa perpustakaan lengkap dengan buku-bukunya. Faktor kesejahteraan sosial bersama dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan yang di rumuskan setiap tahun oleh pimpinan berdasarkan prestasi dan masa kerja.
Penelitian para pengamat ekonomi melihat prospek yang kuat dalam kredit konsumen, meskipun situasi perekonomian sedang krisis. Dapat di pastikan, bisnis perkreditan akan merupakan lahan yang memberikan prospek semakin cerah di Indonesia di masa yang akan datang.
Beberapa perkembangan tampaknya mendorong pula ke arah itu. Hasil industri di Indonesia jumlahnya kian melimpah menjelang perbaikan ekonomi Indonesia, sementara jika kita menengok daya beli masyarakat kian melemah. Dan salah satu jalan keluar terbaik dengan menyalurkannya dengan bentuk kredit.
Sedang hampir setiap hari masyarakat diserbu penawaran barang-barang cicilan mulai dari alat kebutuhan rumah tangga, kantor, computer sampai dengan mobil. Baik lewat iklan atau Sales exe door to door.

C. VISI DAN MISI PERUSAHAAN
PT. Columbindo Perdana di bangun dengan tujuan menjadi perusahaan RETAEL (Cash & Credit) nomor satu di Indonesia dalam hal mutu dan kemampuan memperoleh laba maupun pertumbuhan Industri yang terarah.
Sasaran dasar yang paling di utamakan oleh PT. Columbindo Perdana yaitu menjamin mutu atau kualitas agar terdapat kepuasan pada Pelanggan atau Konsumen, Supplear, Kreditor, Pemegang Saham, Top Management dan karyawan karena dengan begitu perusahaan ini akan menjadi perusahaan yang paling baik.

D. STRUKTUR ORGANISASI

Adapun struktur organisasi PT. Columbindo Perdana Cabang Tangerang dapat di lihat pada gambar di bawah ini :

BAB III
LAPORAN KEGIATAN

A. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan yang saya lakukan selama 2 (dua) bulan di instansi atau di PT. Columbindo Perdana Cabang Ciledug saya membantu di bagian ADM A/R mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB, antara lain :
Persiapan dan merekap kwitansi Outdoor yang akan di bawa oleh Collector melalui DPK (Tambahan).
Menyusun kwitansi yang janji bayar untuk di susun di file.
Mecocokan kwitansi yang di kembalikan oleh Collector dengan DPK.
Menyusun kartu A/R yang di bawa Collector hari ini sesuai DPK.
Membuat Collection Report Outdoor sesuai dengan data yang bayar di DPK.
Collection Outdoor di setorkan ke kasir untuk di cocokan dengan uangnya.
Membuat laporan ADM harian.
Mencari kartu A/R yang bayar Indoor sesuai wilayah masing-masing Collector dan tidak boleh Pending (Tunda), apabila ada salah sumber, di catat di buku Pending.
Posting kartu A/R yang sudah ada nomor KM (Kas Masuk).
Konfirmasi pertelpon atau surat konsumen yang menunggak.
Posting Indoor dan Outdoor ke DPP.
Membuat kwitansi Outdoor yang sudah jatuh tempo.
Membuat kwitansi Indoor yang terlambat.
Merekap DPK untuk besok hari.
Menerima Kwitansi Outdoor yang kembali dari Collector.

B. HASIL KEGIATAN
Setelah 2 (dua) bulan saya mengikuti dan menyelesaikan Kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di PT. COLUMBINDO PERDANA saya mendapat banyak ilmu baru dan kebetulan saya di tempatkan di bagian yang sesuai dengan keahlian saya yaitu di bagian Keuangan dan bertambah pula pengalaman saya di bidang Keuangan.
Dan setelah itu saya dapat lebih memahami tentang keuangan khususnya penjualan kas dan kredit.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN DAN SARAN
Dengan bertambahnya pengalaman dan ilmu saya selama mengikuti kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di PT. COLUMBINDO PERDANA

BAB V
PENUTUP

Alhamdulillah saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena Laporan Hasil Kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini telah selesai, karena nanti saat kelas 3 (tiga) saya tak perlu memikirkan laporan ini dan dapat fokus pada pelajaran dan praktek-praktek khusus kelas tiga, dan mudah-mudahan setelah laporan ini di perbaiki terus-menerus dapat di sahkan tanpa ada lagi kesalahan yang fatal.
Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang turut membantu saya dalam menyelesaikan tugas laporan ini.
Karena saya masih dalam proses belajar saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang saya buat di dalam ataupun diluar laporan ini, bila ada saran atau kritik untuk kemajuan saya Insya Allah akan saya terima dengan lapang dada.
PROPOSAL USAHA MAKANAN

PROPOSAL USAHA MAKANAN

Proposal Usaha Makanan
CONTOH PROPOSAL USAHA MAKANAN

A.Pendahuluan

Latar belakang
Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat bisnis katering makanan.
Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order.. Bagaimana peluang pasar yang hendak kita masuki dalam bisnis kita dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal daripada gagal mencoba.
A. Aspek manajemen
Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal
Bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang
3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya
2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan.


selengkapnya silahkan Download 


Proposal Usaha Kripik Pisang

Proposal Usaha Kripik Pisang


Secara umum, saat mempersiapkan proposal usaha untuk suatu bisnis yang berukuran kecil sedang atau menengah dan besar,beberapa hal yang harus diperhatikan atau dijabarkan di dalam isi pokok utama proposal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Hasil Studi Kelayakan Usaha Bisnis yang membahas tentang potensi pasar targeting dan segmenting
2. Kebutuhan investasi atau modal. Dapat dinyatakan dalam detail anggaran atau budget
3. Biaya operasional awal.
4. Neraca awal atau aspek keuangan yang berisi daftar rincian inventaris atau perlengkapan usaha, estimasi pendapatan, margin laba, biaya ops, arus kas dan proyeksi profit atau keuntungan.
5. Struktur organisasi
6. Strategi bisnis

Hal di atas menjadi kerangka dasar dalam mempersiapkan standar proposal bisnis usaha yang hendak kita ajukan, khususnya kepada pemilik modal yang siap mengucurkan dananya demi terlaksananya kegiatan usaha

Untuk mendapatkannya secara lengkap langsung saja anda download di sini
Proposal Usaha Makanan Catering

Proposal Usaha Makanan Catering

Secara umum, saat mempersiapkan proposal usaha untuk suatu bisnis yang berukuran kecil sedang atau menengah dan besar,beberapa hal yang harus diperhatikan atau dijabarkan di dalam isi pokok utama proposal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Hasil Studi Kelayakan Usaha Bisnis yang membahas tentang potensi pasar targeting dan segmenting
2. Kebutuhan investasi atau modal. Dapat dinyatakan dalam detail anggaran atau budget
3. Biaya operasional awal.
4. Neraca awal atau aspek keuangan yang berisi daftar rincian inventaris atau perlengkapan usaha, estimasi pendapatan, margin laba, biaya ops, arus kas dan proyeksi profit atau keuntungan.
5. Struktur organisasi
6. Strategi bisnis

Hal di atas menjadi kerangka dasar dalam mempersiapkan standar proposal bisnis usaha yang hendak kita ajukan, khususnya kepada pemilik modal yang siap mengucurkan dananya demi terlaksananya kegiatan usaha

Untuk mendapatkannya secara lengkap langsung saja anda Download di sini
Proposal Usaha Bakso Mantap

Proposal Usaha Bakso Mantap

Secara umum, saat mempersiapkan proposal usaha untuk suatu bisnis yang berukuran kecil sedang atau menengah dan besar,beberapa hal yang harus diperhatikan atau dijabarkan di dalam isi pokok utama proposal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Hasil Studi Kelayakan Usaha Bisnis yang membahas tentang potensi pasar targeting dan segmenting
2. Kebutuhan investasi atau modal. Dapat dinyatakan dalam detail anggaran atau budget
3. Biaya operasional awal.
4. Neraca awal atau aspek keuangan yang berisi daftar rincian inventaris atau perlengkapan usaha, estimasi pendapatan, margin laba, biaya ops, arus kas dan proyeksi profit atau keuntungan.
5. Struktur organisasi
6. Strategi bisnis

Hal di atas menjadi kerangka dasar dalam mempersiapkan standar proposal bisnis usaha yang hendak kita ajukan, khususnya kepada pemilik modal yang siap mengucurkan dananya demi terlaksananya kegiatan usaha

Untuk mendapatkannya secara lengkap langsung saja anda download di sisni

Proposal Pembuatan Pisang Molen


Buat rekan - rekan yang membutuhkan Proposal Pembuatan Pisang Molen ini bisa anda dapatkan langsung dengan download di bawah ini